KAUR, BITNews.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kaur menggelar sosialisasi terkait potensi kegagalan bangunan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan keamanan infrastruktur daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (12/12/2025) itu dihadiri pemerintah daerah, tenaga ahli, konsultan, kontraktor, serta pelaku industri konstruksi.
Kepala Dinas PUPR Kaur, Guntur Akhiri, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kegagalan konstruksi yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini para pelaku konstruksi dapat memahami standar dan prosedur pembangunan yang benar, sehingga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan aman,” ujar Guntur dalam sambutannya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh tim ahli dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bengkulu, yakni Riki Yundrismen, ST, MT dan Ir. Lindung Zalfoen, ST, Amling, HD. Mereka memaparkan penyebab umum kegagalan bangunan, metode mengidentifikasi risiko sejak dini, serta pentingnya pengawasan berlapis pada setiap tahap konstruksi.
LPJK juga menjelaskan peran lembaga tersebut dalam sertifikasi tenaga ahli dan pengawasan proyek konstruksi. Kehadiran LPJK, menurut para narasumber, diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Kaur.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur, Dr. Ir. Rio Saputra, ST, MT, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Pemerintah daerah mendukung penuh upaya peningkatan kualitas infrastruktur. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pelaku konstruksi dapat semakin berperan aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Sosialisasi diikuti peserta dari berbagai instansi, termasuk konsultan, kontraktor, penyedia barang dan jasa, serta perwakilan Dinas Pendidikan. Para peserta terlihat antusias mengikuti paparan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan teknis yang kerap muncul di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kaur berharap seluruh pelaku konstruksi dapat lebih memahami urgensi kualitas dan keamanan bangunan agar pembangunan infrastruktur di daerah berjalan lebih baik dan berkelanjutan. (Esda)
