Rumah dan Ramadhan, Dua Hal yang Sulit Dipisahkan Saat Sahur Tiba

BITNews.id – Bulan Ramadhan tidak hanya menghadirkan perubahan pola ibadah, tetapi juga menghadirkan suasana khas yang dirasakan masyarakat setiap tahun. Momen sahur bersama keluarga menjadi pengalaman yang paling dirindukan, terutama bagi mereka yang merantau.

Setiap Ramadhan, berbagai penanda suasana mudah dijumpai, mulai dari iklan sirup, sarung, hingga promosi belanja daring yang masif.

Di sejumlah daerah, tradisi membangunkan sahur oleh pemuda setempat juga masih berlangsung dan menjadi bagian dari warna Ramadhan. Namun, di balik berbagai dinamika tersebut, sahur bersama keluarga menyimpan makna yang lebih mendalam.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Akan Copot Kadis Jika Alergi dengan Media

Bagi sebagian orang, terutama yang tinggal jauh dari kampung halaman, sahur bukan sekadar makan sebelum berpuasa. Sahur menjadi ruang perjumpaan yang hangat bersama orang tua dan saudara.

Seiring waktu, anggota keluarga mulai menjalani pilihan hidup masing-masing, seperti bekerja di luar kota atau membangun rumah tangga sendiri. Kondisi tersebut membuat kebersamaan saat Ramadhan, termasuk sahur bersama, semakin jarang terjadi.

Kenangan sederhana seperti ibu yang bangun lebih awal untuk menyiapkan hidangan sahur, atau anggota keluarga yang sulit dibangunkan, menjadi momen yang membekas. Suasana meja makan, percakapan ringan, hingga suara acara televisi dini hari turut membentuk pengalaman yang sulit dilupakan.

Baca Juga :  Polda Jambi Gelar Upacara Memperingati Hari Juang Polri 2024

Bagi perantau, memperoleh cuti beberapa hari sebelum Idulfitri menjadi kesempatan berharga untuk kembali ke rumah dan menjalani puasa bersama keluarga. Meski waktu yang tersedia terbatas, momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan.

Sahur di rumah kerap terasa lebih intim dibandingkan waktu lainnya. Interaksi yang terjalin pada dini hari menghadirkan suasana berbeda, lebih tenang dan penuh kedekatan. Hal inilah yang mendorong banyak orang untuk tetap menyempatkan pulang meski terkendala jarak, biaya perjalanan, maupun keterbatasan cuti.

Baca Juga :  Pemkab Tanjabbar Raih Peringkat 3 Pengelolaan DAK Fisik Terbaik TA 2023

Ramadhan memperkuat keinginan untuk kembali ke rumah. Bagi banyak orang, rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan ruang berkumpul dengan orang-orang terdekat.

Meski kesempatan terbatas dan pengorbanan yang dikeluarkan tidak sedikit, kebersamaan saat sahur dan berbuka puasa bersama keluarga menjadi pengalaman yang dinilai tidak tergantikan.
Ramadhan pun menjadi momentum untuk mempererat hubungan keluarga di tengah kesibukan masing-masing. (*)