JEMBER, BITNews.id — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan komitmen pengabdian kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan Kabupaten Jember dalam peringatan satu abad NU di Jember.
Gus Fawait menyatakan dirinya tetap menjalani peran sebagai santri dan kader NU meski saat ini memimpin pemerintahan daerah.
“Saya adalah kader NU yang kebetulan hari ini jadi bupati, bukan bupati yang kebetulan jadi NU,” kata Gus Fawait.
Dalam momentum satu tahun masa kepemimpinannya, Gus Fawait menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan birokrasi dan pemerintahan.
Ia meminta doa dari para kiai, nyai, dan warga nahdliyin agar Jember bergerak ke arah yang lebih baik.
“Mudah-mudahan empat tahun ke depan, pengabdian kami kepada Kabupaten Jember, termasuk kepada NU, bisa lebih baik lagi dibandingkan hari ini,” ujarnya.
Gus Fawait menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan NU sebagai fokus utama demi kemaslahatan umat.
Ia juga menyampaikan komitmen konkret di sektor pendidikan, khususnya bagi santri dan siswa di Jember.
Gus Fawait menyampaikan rencana pemenuhan program beasiswa bagi seluruh siswa dan santri se-Kabupaten Jember pada pertengahan tahun ini.
Selain itu, Gus Fawait mengajak seluruh elemen NU untuk terus mendoakan keselamatan bangsa dan para pemimpin negara agar Indonesia bergerak menuju kondisi yang lebih maju.
Sebagai kader NU, ia juga meminta para kiai agar tetap memberi teguran jika kebijakan pemerintah menyimpang dari nilai ke-NU-an dan kesantrian.
Menutup pernyataannya, Gus Fawait menyatakan kesiapan bersinergi dengan NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan PCNU Jember.
“Saya lahir dari keluarga NU, dan insyaallah saya siap berjuang bersama NU untuk mempertahankan NKRI,” pungkasnya.
Penulis: Hermanto
