Serangan Siber Tak Goyahkan Peran Bank Jambi dalam Memperkuat Literasi Keuangan di Jambi

JAMBI,BITNews.id – Meski sempat dihadapkan pada insiden peretasan sistem digital, eksistensi Bank Jambi dinilai tetap memiliki prospek kuat sebagai pilar penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Provinsi Jambi.

Berbicara di Jambi, Jumat, 13 Maret 2026, pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. menilai bahwa tantangan keamanan siber merupakan risiko yang semakin relevan dalam industri perbankan seiring meningkatnya digitalisasi layanan keuangan. Namun demikian, respons manajemen dalam melakukan penguatan sistem pengendalian internal dan tata kelola teknologi informasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional bank.

Menurutnya, dalam perspektif manajemen risiko perbankan, insiden keamanan sistem tidak dapat dilepaskan dari dinamika transformasi digital yang sedang berlangsung di industri jasa keuangan.
“Dalam kerangka manajemen risiko operasional, khususnya risiko teknologi informasi, setiap bank tentu memiliki eksposur terhadap potensi gangguan sistem. Yang menjadi indikator utama adalah bagaimana manajemen bank melakukan mitigasi risiko, memperkuat kerangka keamanan siber, serta memastikan perlindungan terhadap dana dan data nasabah,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Batu Bara Hancurkan Akses Jalan Menuju 5 Desa, Tokoh Pemuda Sarolangun Geram

Ia menjelaskan bahwa sebagai bank pembangunan daerah (BPD), Bank Jambi memiliki fungsi strategis tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Peran tersebut tercermin dari kontribusi Bank Jambi dalam penyaluran kredit produktif, pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dukungan terhadap pengelolaan transaksi keuangan pemerintah daerah.

Baca Juga :  PABPDSI Merangin Gelar Rakerda Perdana, Ini Arahan Gubernur Jambi

“Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Bank Jambi memiliki posisi penting dalam memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan daerah sekaligus meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat,” jelasnya.

Laila menilai momentum evaluasi pasca insiden sistem justru dapat menjadi titik penting bagi Bank Jambi untuk memperkuat tata kelola teknologi informasi, meningkatkan standar keamanan sistem, serta melakukan modernisasi infrastruktur layanan digital.

Menurutnya, langkah kehati-hatian yang dilakukan manajemen dalam proses pemulihan layanan juga mencerminkan penerapan prinsip prudential banking dan perlindungan terhadap kepentingan nasabah.

“Kepercayaan publik merupakan aset fundamental dalam industri perbankan. Karena itu penguatan governance, risk management, dan compliance, termasuk peningkatan keamanan digital, menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan dan reputasi bank,” katanya.

Baca Juga :  Taufik Resmi Diangkat PAW DPRD Jambi, Gantikan Bustami Yahya

Ia menambahkan bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, Bank Jambi tetap memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak literasi keuangan daerah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang inklusif dan berbasis digital.

“Sebagai bank milik daerah, Bank Jambi merupakan bagian dari infrastruktur ekonomi regional. Dengan penguatan manajemen risiko, transformasi digital yang berkelanjutan, serta peningkatan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, Bank Jambi akan tetap menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.(*)