JAMBI, BITNews.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mayang kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Jambi melalui penyerahan dividen laba tahun buku 2024 sebesar Rp5 miliar kepada Pemerintah Kota Jambi.
Dividen tersebut diserahkan dalam dua tahap melalui transfer ke rekening Pemerintah Kota Jambi, masing-masing pada awal November dan awal Desember 2025.
Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Dwike Riantara, menjelaskan bahwa penyerahan ini menjadi kali kedua pihaknya menyalurkan dividen kepada Pemerintah Kota Jambi. Tahun sebelumnya, Pemkot Jambi menerima dividen dari laba tahun buku 2023 senilai Rp7,6 miliar.
“Penyerahan dividen tahun lalu merupakan yang pertama sepanjang sejarah berdirinya Tirta Mayang. Kami bangga tahun ini bisa kembali memberikan dividen untuk kedua kalinya,” ujar Dwike, Jumat (6/12/2025).
Dwike menuturkan, meskipun laba bersih perusahaan tahun 2024 meningkat menjadi Rp18,35 miliar dibanding tahun 2023 sebesar Rp16,97 miliar, besaran dividen yang disepakati hanya Rp5 miliar. Hal itu mempertimbangkan kebutuhan dana cadangan perusahaan dan program peningkatan kualitas, kuantitas, serta kontinuitas pelayanan air bersih.
“Kita tetap memprioritaskan penguatan cadangan dan investasi untuk menjaga pelayanan pelanggan agar semakin baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sejak mengalami kerugian Rp14 miliar pada 2020, Tirta Mayang terus menunjukkan kinerja positif. Perusahaan mulai mencatat laba sejak 2021 sebesar Rp4,10 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp4,20 miliar pada 2022, Rp16,97 miliar pada 2023, dan kini mencapai Rp18,35 miliar pada 2024.
“Nilai kinerja berdasarkan audit BPKP terus meningkat sejak 2021, seiring dengan tren kenaikan laba perusahaan,” tambah Dwike.
Kontribusi dividen dari Tirta Mayang diharapkan dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi, sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki mutu layanan air minum bagi masyarakat, baik dari sisi keandalan suplai, kualitas air, maupun kepuasan pelanggan,” tutup Dwike. (Red)








Discussion about this post