Peran Literasi Keuangan Indonesia Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

BITNews.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama dengan Bank Indonessia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan acara LIKE IT (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa acara yang mengusung tema “Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments” tersebut sejalan dengan fokus Pemerintah di dalam Presidensi G20 Indonesia terus mendorong pemulihan ekonomi secara bekelanjutan.

“Namun itu tidak berarti bahwa pemulihan ekonomi berjalan secara mudah dan lancar. Karena pada saat yang sama, risiko perekonomian global juga bergeser dari pandemi kepada non pademi, yaitu yang berasal dari geopolitik maupun yang berasal dari kenaikan disrupsi sisi supply, sehingga kemudian terjadinya kebijakan pengetatan,” ujar Menkeu dalam sambutannya dikutip pada laman resmi kemenkeu. Sabtu (13/8)

Baca Juga :  Tingkatkan Kepatuhan Bayar Pajak, Tim Pembina Samsat Tingkat Nasional Gelar Evaluasi Program Kerja Samsat Tingkat Provinsi Regional Sumatera

Lebih lanjut Menkeu mengatakan, meski berada di tengah tekanan geopolitik yang berat, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua masih sangat baik, serta tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia juga mulai menurun.

“Alhamdulillah Indonesia dalam kuartal kedua pertumbuhan ekonominya masih sangat baik yaitu tumbuh di kisaran 5,4 persen. Ini juga didukung oleh kegiatan dari ekonomi domestik terutama konsumsi, investasi, serta juga dari eksternal melalui permintaan ekspor kita,” ungkap Menkeu.

Baca Juga :  TKN: Program Makan Siang Gratis Dorong Kesejahteraan di 76 Negara, Ciptakan 4 Juta Pekerjaan

Untuk itu, kepercayaan masyarakat terhadap literasi keuangan termasuk di dalamnya kepercayaan terhadap berbagai sistem dan instrumen keuangan lainnya perlu untuk dibangun. Salah satunya pengenalan terhadap instrumen surat berharga Syariah negara atau sukuk, serta penggunaan digital tekhnologi untuk meningkatkan inklusi keuangan.

“Ini adalah upaya pemerintah menggunakan instrumen fiskalnya untuk menciptakan inklusi keuangan yang makin luas dan merata,” terangnya.

Sebagai penutup, Menkeu mengapresiasi terselenggaranya kegiatan literasi keuangan Indonesia terdepan melalui berbagai kegiatan dan Sinergi antara Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan. Menkeu juga berharap, ke depan masyarakat akan mampu memilih instrumen investasi yang makin banyak dan beragam, namun tetap menjaga keamanan dan juga dari sisi kredibilitas dari lembaga maupun instrumennya.

Baca Juga :  Anda Penerima Bansos?, Cek dan Daftarkan Nama Lewat Aplikasi Terbaru dari Kemensos

“Inklusi keuangan dan literasi keuangan adalah syarat yang sangat sangat penting bagi Indonesia untuk bisa terus maju menjadi negara berpenghasilan tinggi, menjadi negara industri dan makin kuat. Membangun kepercayaan kepada sektor dan lembaga keuangan, serta instrumen keuangan adalah tugas kita Semuanya. Kami di Kementerian Keuangan siap untuk bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK, LPS dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk terus membangun ekonomi Indonesia secara berkelanjutan, dan terus mengembangkan sektor keuangan secara stabil, Kredibel, dan memberikan kepastian, serta keadilan bagi seluruh investor,“ pungkas Menkeu (Red)