Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris

BITNews.id – Tim Detasemen khusus (Densus) 88 anti teror Mabes Polri kembali menggeledah rumah seorang terduga teroris di Bantul.

Kali ini, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menggeledah rumah S warga Padukuhan Widoro RT 01, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Rabu (9/2/2022) malam.

Warga padukuhan Widoro tahun 2021 lalu juga pernah ada yang diamankan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri. W warga Widoro yang selama ini berprofesi sebagai pedagang soto juga diamankan tim Densus 88. W adalah warga asli Wonosari Gunungkidul dan tinggal di Widoro turut serta istrinya. W diamankan oleh tim Densus 88 Jumat (21/4/2021) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga :  Kurang dari 24 Jam, Polresta Jambi Amankan Pelaku Pembacokan di Warung Sate Surya Mayang

Penangkapan S, warga Widoro ini ditengarai merupakan rangkaian dari penangkapan terduga teroris yang sebelumnya dilakukan di Soragan, Kelurahan Ngestiharjo, kapanewon Kasihan, Bantul Rabu (9/2/2022) pagi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil mengamankan barang bukti Pisau Komando 2 Buah, Buku Jihad, Majalah Ar Risalah dan bacaan Islam, Flashdisk, HP 1 buah, Kopyah bertulis Arab, Kartu Keluarga dan SIM C.

Salah seorang warga Widoro, Wn menuturkan, petugas Densus datang ke Padukuhan Widoro Rabu malam sekitar selepas isya’. Belasan petugas berpakaian lengkap nampak berjaga di setiap sudut padukuhan. Warga dilarang melintas di beberapa ruas jalan.

“Mereka mengajak ketua RT ketika mendatangi tempat tinggal Pak S,” ungkapnya

Baca Juga :  Aksi Ratusan Mahasiswa Jambi Tolak UU Ciptakerja

Tim Densus 88 mendatangi kediaman S selepas isya atau sekitar pukul 20.00 WIB. Saat penggeledahan berlangsung dirinya tidak melihat adanya S pemilik rumah. Berdasarkan informasi yang berhasil ia dapat, tetangganya tersebut telah diamankan selepas magrib saat itu yang bersangkutan sedang berada di luar padukuhan widoro.

Warga tidak diperkenankan mendekat ke rumah S yang diketahui sehari-hari beternak kambing. Penggeledahan sendiri berlangsung tidak terlalu lama hanya sekitar 1 jam di mana penggeledahan tersebut disaksikan oleh dukuh dan RT setempat.

“Ndak lama kok, sekira satu jam penggeledahan. Jam 9an selesai,” ujarnya, Rabu malam (9/2).

Warga tak menyangka, S yang sangat dikenal baik di masyarakat diduga terlibat terorisme. Karena sehari-hari S hanyalah berprofesi sebagai peternak kambing sementara istrinya berjualan sayur dan anaknya bekerja sebagai karyawan toko.

Baca Juga :  Petugas Temukan Emas dan Uang Jutaan Rupiah Pada Korban KM Wicly Jaya Sakti

Kendati demikian, Wn mengakui jika rumah antara S dengan terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di padukuhan widoro hanya berjarak sekitar 100 meter. Wn mengungkapkan jika antara S dengan terduga teroris sebelumnya memang tidak ada hubungan kekeluargaan.

“Kalau famili sih tidak. Tapi mereka tetanggaan. Ndak tahu kalau pernah kegiatan bersama,” papar dia.

S sehari-hari hanya berprofesi sebagai peternak kambing. Usia S adalah sekitar 50an tahun di mana istrinya hanyalah seorang pedagang sayur. Pasangan suami istri ini memiliki seorang anak berusia sekitar 20an tahun dan bekerja di sebuah toko.

(Sumber: kumparan)