Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Mitigasi dan Peresmian Sumur Bor di Aceh Utara

BITNews.id – Mahasiswa S1 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan Dianmas dengan agenda mitigasi kebutuhan masyarakat dan peresmian sumur bor di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan yang diikuti 22 mahasiswa Sindikat 8 tersebut difokuskan pada pembangunan sekaligus peresmian sumur bor guna mendukung ketersediaan air bersih bagi warga setempat. Pelaksanaan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung dalam situasi aman serta tertib.

Baca Juga :  Hadiri Syukuran Hari Jadi ke-76 Polwan RI Tahun 2024, Ini Pesan Kapolda Jambi

Perwakilan mahasiswa, Iptu Riski Ali Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi tugas akademik lapangan yang dikemas dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan Dianmas ini, mahasiswa STIK tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” ujar Iptu Riski Ali Akbar.

Baca Juga :  Kasad Bersilaturahmi dengan Keluarga Alm. Jenderal TNI Purn Ahmad Yani

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor dilakukan sebagai bentuk mitigasi awal terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut didampingi Perwira Pendamping, KBP Didit Bambang Wibowo S., S.I.K., M.H., yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.

Iptu Riski berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Ulee Madon.

Baca Juga :  Hadiri Sosialisasi dan Peningkatan Kompetensi Guru BK, Ini Pesan Kapolda Jambi

“Diharapkan sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi wujud kontribusi Polri dalam mendukung kesejahteraan melalui pendekatan kemitraan dan pemberdayaan,” katanya.

Program Dianmas ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis lapangan mahasiswa STIK Lemdiklat Polri yang bertujuan memperkuat kompetensi kepemimpinan, sosial, dan kemitraan dengan masyarakat di wilayah penugasan. (*)