BITNews.id – Ada ribuan satelit buatan yang mengorbit Bumi sejak lama. Pun demikian, ada begitu banyak jenis satelit yang ‘melayang’ di luar angkasa, mulai dari satelit komunikasi, cuaca, navigasi, hingga internet.
Dari sekian banyak satelit itu, SpaceX menjadi salah satu pemiliknya. Sekitar 2 tahun lalu, SpaceX telah mengirim ribuan satelit Starlink yang merupakan internet berkecepatan tinggi. Kemudian pada awal bulan ini, SpaceX kembali meluncurkan 49 internet Starlink ke luar angkasa.
Namun, seperti dikutip dari AFP, puluhan satelit internet berkecepatan tinggi yang baru diluncurkan itu hilang. Tercatat ada 40 satelit SpaceX milik Elon Musk itu yang lenyap di luar angkasa.
Lenyapnya satelit itu dipicu badai geomagnetik. Badai geomagnetik disebabkan oleh ejeksi korona matahari ke luar angkasa, yang mengakibatkan gangguan pada atmosfer bagian atas bumi dan meningkatkan hambatan pada objek di orbit rendah.
Hempasan membuat satelit itu terbakar di atmosfer. Meski demikian, perusahaan menyatakan kejadian itu hanya menimbulkan sedikit ancaman bagi Bumi.
Seperti dilansir pada kumparan.com, 49 satelit Starlink milik SpaceX itu diluncurkan ke orbit dari landas luncur 39A di Bandar Antariksa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (3/2/2022). Satelit-satelit itu meluncur menggunakan roket peluncur Falcon 9, juga milik SpaceX.
Satelit itu berhasil mengorbit dengan jarak terdekat ke permukaan dan ketinggian 130 mil (210 kilometer). SpaceX menempatkan satelit itu di wilayah ini untuk melakukan pemeriksaan terakhir sebelum terbang lebih jauh ke luar angkasa.
Namun, pada 4 Februari, mereka dikejutkan oleh masalah cuaca luar angkasa. Tim Starlink sebelumnya mengklaim telah menyetel satelit ke mode aman. Dengan mode itu, satelit akan terbang dengan tepi seperti selembar kertas untuk meminimalkan hambatan saat mereka mencari perlindungan.
Terlepas upaya itu, sayangnya sebagian besar satelit tidak dapat menaikkan orbitnya dengan baik.
SpaceX diketahui telah meluncurkan lebih dari 2.000 satelit sejak Mei 2019. Sampai saat ini lebih dari 1.500 satelit SpaceX masih beroperasi normal. Satelit-satelit itu menyediakan jangkauan internet untuk sebagian besar Bumi.
(Sumber: kumparan)
