TikTok Uji Coba Tombol Dislike Komentar Mirip YouTube

BITNews.id – TikTok tampaknya bakal mendatangkan fitur baru yang akan menambah pengalaman pengguna dalam berbagi video pendek vertikal. Fitur baru yang dimaksud adalah tombol dislike.

Tombol tersebut tidak ditujukan untuk video, melainkan komentar pada video. Sekarang fiturnya sedang diuji coba untuk sebagian kecil pengguna aplikasi.

Sesuai namanya, fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menyampaikan rasa tidak sukanya terhadap komentar individu pada video. Fungsinya mirip dengan tombol jempol ke bawah YouTube.

Media sosial berbagi video pendek milik ByteDance itu mengatakan dalam blog resminya, pengguna dapat menandai komentar yang dianggap “tidak relevan atau tidak pantas” tanpa diketahui oleh orang lain lewat tombol dislike. Jumlah dislike pada komentar video juga akan disembunyikan.

Baca Juga :  AHM Kembali Gelar Festival Vokasi Satu Hati

Masukan komunitas (soal fitur dislike komentar) ini akan menambah berbagai faktor yang telah kami gunakan untuk membantu menjaga bagian komentar tetap relevan dan tempat untuk keterlibatan yang tulus.

Tampilan fitur dislike ini berbeda di beberapa pengguna —ada yang terletak di samping opsi untuk melaporkan komentar atas pelanggaran pedoman komunitas, namun ada juga yang terletak langsung di kolom komentar, tepat di sebelah tombol menyukai komentar.

Menurut perusahaan, langkah ini diambil untuk melindungi keamanan komunitas. Kehadiran tombol dislike diharapkan dapat membantu pengguna menjalin koneksi digital positif sesuai dengan aturan yang berlaku di platform kami.

Baca Juga :  Menyerah dengan Keadaan, Musisi ini Ngamen di Pinggir Jalan: Kami Butuh Bantuan dan Solusi!

TikTok juga mengaku tengah bereksperimen dengan mengirimkan pengingat yang akan memandu kreator konten tentang filter, blokir massal, hingga penghapusan komentar pada videonya. Notifikasi ini akan ditampilkan kepada pengguna yang videonya menerima banyak komentar negatif.

Keputusan rencana peluncuran fitur baru secara global akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.

TikTok juga mengungkap laporan transparansi terkait layanannya. Laporan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan telah menghapus lebih dari 85 juta video dalam periode Oktober hingga Desember 2021 karena pelanggaran, atau sekitar 1 persen dari semua video yang diunggah ke aplikasi selama periode tersebut.

Baca Juga :  Menggali Identitas Melayu Melalui Kenduri Serumpun Melayu Film Festival

(Sumber: kumparan)