Anies Jawab Tudingan Serang Prabowo saat Debat: Saya Menyampaikan Fakta

JAMBI,BITNews.id – Pasca melakukan kunjungan ke Pasar Angso Duo Baru Jambi, pada Kamis (14/12) sore, Anies Baswedan, calon presiden (capres) nomor urut satu, memberikan klarifikasi terkait tudingan menyerang capres Prabowo Subianto nomor urut dua.

Anies menjelaskan bahwa pada acara debat capres pada Selasa (12/12) lalu, ia hanya menyampaikan fakta dan tidak memiliki niat untuk menyerang salah satu capres.

“Saya hanya menyampaikan kenyataan dan fakta kepada masyarakat, tanpa ada maksud khusus untuk satu atau dua orang,” ungkap Anies.

Baca Juga :  Waka I DPRD Kota Bengkulu Hadiri Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di SMP N 14

Menurutnya, tujuannya adalah menyuarakan aspirasi masyarakat dan bukan sebagai bentuk kritik pribadi.

“Saat saya tanya kepada teman-teman apakah penegakan hukum berjalan baik hari ini, itu adalah kenyataan yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Anies menekankan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar selama itu diarahkan untuk kebaikan bangsa.

“Boleh memiliki pandangan berbeda, boleh memiliki perspektif yang berbeda, asalkan kita semua adalah anak bangsa yang berharap Indonesia menjadi lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kota Jambi RDP Bersama Dinas Pendidikan

Ia menyoroti pentingnya kejujuran dalam menyampaikan pandangan serta kemampuan menjaga kondusivitas untuk keberlanjutan negara.

“Kejujuran dalam menyampaikan pandangan dan kemampuan menjaga kondusivitas adalah yang dibutuhkan Indonesia. Kita tidak boleh memiliki masalah di belakang panggung setelah ketenangan di atas panggung,” tegasnya.

Dalam rangkaian kampanye hari ini, Anies kembali menekankan pentingnya perubahan, dengan salah satu sorotan mengenai etika para pemimpin.

Baca Juga :  IT Business Solution PHR Regional Sumatera Gelar Disrupsi di Institut Teknologi Del

“Kami ingin mengedepankan etika, misalnya dalam KPK. Tidak hanya taat hukum, tetapi juga harus mematuhi kode etik,” ujarnya.

Ia menyampaikan keprihatinan terkait rekruitmen pegawai dan panitia yang seringkali didasarkan pada nepotisme, di mana orang yang memiliki hubungan dekat lebih diuntungkan dibandingkan dengan individu yang berprestasi.

“Ini menjadi masalah etika yang perlu diatasi,” pungkas Anies. (Sbr/Hn)