Hotel Jemaah Haji Indonesia di Madinah Dekat Masjid Nabawi

BITNews.id – Hotel tempat menginap jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi dekat dengan Masjid Nabawi. Mengenai sarana prasarana jemaah haji itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku puas.

“Saya puas dengan kondisi hotel yang dikunjungi. Sebagian besar jaraknya dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisinya juga siap menerima jemaah,” kata Yaqut saat meninjau hotel di Madinah yang akan ditempati jemaah haji Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (22/5/2022), Yaqut mengunjungi Hotel Jiwar al Tsaqifah di wilayah Markaziyah Gharbiyyah. Jaraknya 180 meter dari Masjid Nabawi. Menag juga meninjau Hotel Riyadh Azzahra di wilayah Markaziah Syimaliah. Jaraknya 240 meter dari Masjid Nabawi.

Baca Juga :  Kinerja Positif, Laba Sebelum Pajak Bank Muamalat Tumbuh 90,7% YoY pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2023

Ikut mendampingi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, dua Staf Khusus Menag Abdul Rohman dan Abdul Qodir, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Nasrullah Jasam.

“Saya coba lift hotel juga masih terawat dan terlihat catatan servisnya rutin. Tempat makannya luas dan bersih,” ujarnya.

Baca Juga :  Video Conference Kasad dengan Kasad Australia Bahas Kemajuan Kerjasama Bilateral di Kedua Angkatan Darat

Layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah menggunakan sistem full musim dan penyewaan blocking time. Hotel yang disewa terpusat pada tiga wilayah, yaitu Markaziyah Syimaliah, Markaziyah Gharbiah, dan Markaziyah Janubiah. Total ada 29 hotel yang tersebar di tiga wilayah tersebut dengan kapasitas 24.315 jamaah haji.

Jemaah haji di Indonesia akan tinggal paling lama sembilan hari di Madinah. Mereka akan menjalani ibadah Arbain atau shalat berjamaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu.

Baca Juga :  Inovasi Pendidikan Polri, Kombes Pol M. Arsal Sahban Gandeng Northern Illinois University

Setelah itu, jemaah gelombang pertama yang lebih dulu ke Madinah, akan diberangkatkan ke Makkah untuk menjalani proses haji dan setelah itu kembali ke Tanah Air.

Sedang jemaah yang berangkat pada gelombang kedua, lebih dulu ke Makkah. Setelah proses haji, mereka diberangkatkan ke Madinah untuk menjalani Arbain, lalu kembali ke Tanah Air. (Antara)