Kelola 14 Ruas Tol di Indonesia, Hutama Karya Catatkan Kinerja Positif Pengelolaan Jalan Tol

BITNews.id – PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, khususnya pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Hingga pertengahan 2026, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang sekitar 1.185 kilometer yang terdiri atas 829 kilometer ruas tol operasional dan 356 kilometer ruas dalam tahap konstruksi, termasuk jalan tol pendukung konstruksi.

Saat ini, perusahaan mengelola 14 ruas jalan tol di Indonesia yang sebagian besar merupakan bagian dari JTTS serta dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan pengelolaan jalan tol menunjukkan perkembangan yang semakin baik seiring bertambahnya ruas yang beroperasi, meningkatnya konektivitas wilayah, serta membaiknya kinerja operasional dan keuangan perusahaan.

“JTTS dibangun bukan hanya untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif. Dari sisi operasional, kami melihat tren yang semakin positif melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, dan membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujar Eka.

Baca Juga :  Jasa Raharja Setor Dividen Rp1,1 Triliun ke Negara, Laba Bersih Tembus Rp1,33 Triliun

Peningkatan konektivitas JTTS tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus menunjukkan tren positif. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), meningkat 69,5 persen dibandingkan kondisi normal dan tumbuh 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan trafik tersebut turut mendorong peningkatan kinerja bisnis jalan tol Hutama Karya. Pada 2025, pendapatan jalan tol, termasuk kontribusi Hamawas, tumbuh sekitar 26,8 persen dibandingkan 2024.

Jika dibandingkan dengan 2023, pendapatan jalan tol meningkat sekitar 35,7 persen. Kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan juga naik menjadi 16,83 persen pada 2025 dari sebelumnya 11,58 persen pada 2024.

Salah satu peningkatan trafik signifikan terjadi pada Ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum dioperasikan secara fungsional, ruas tersebut mencatat kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) sebesar 229 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Menurut Eka, capaian tersebut menunjukkan bahwa semakin terhubungnya ruas-ruas JTTS berbanding lurus dengan meningkatnya minat masyarakat menggunakan jalan tol.

Baca Juga :  Jasa Raharja dan Jampidum Perkuat Sinergi Lindungi Korban Kecelakaan

“Selain pendapatan, Operating Income jalan tol juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, Operating Income jalan tol meningkat sekitar 9,8 persen dibandingkan 2024. Kontribusinya terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65 persen,” katanya.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari Earnings After Tax (EAT) atau laba setelah pajak bisnis jalan tol yang mulai mencatatkan hasil positif pada 2025. Sebelumnya, indikator tersebut masih berada pada posisi negatif pada 2023 dan 2024.

Pencapaian tersebut menunjukkan bisnis jalan tol Hutama Karya berada pada jalur pertumbuhan yang lebih sehat, didukung meningkatnya kematangan ruas operasi, pertumbuhan trafik, dan optimalisasi pengelolaan operasional.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan manfaat JTTS semakin dirasakan masyarakat karena mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, serta membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

“Bagi masyarakat, JTTS bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi penghubung aktivitas dan harapan. Jalan tol membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dan peluang,” ujar Iwan.

Baca Juga :  Progres 98 Persen, Jembatan Siak Perkuat Konektivitas Rengat–Pekanbaru

Salah satu pengguna JTTS, Titha Monica Hardi, mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan jalan tol, khususnya saat melakukan mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.

“Keberadaan JTTS sangat membantu mobilitas saya. Untuk aktivitas sehari-hari menuju Duri, Tol Pekanbaru–Dumai membuat perjalanan lebih cepat dan nyaman. Saat pulang kampung ke Padang melalui Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin, perjalanan juga jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Hutama Karya menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan jalan tol melalui optimalisasi sistem transaksi, kesiapan petugas lalu lintas, pemanfaatan Intelligent Traffic System (ITS), serta penguatan pengawasan melalui Command Center.

“Fokus kami tidak hanya membangun dan menyambungkan ruas tol, tetapi juga memastikan ruas yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” kata Iwan.

Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta beristirahat apabila lelah selama perjalanan.

Sejalan dengan komitmen pelayanan, Hutama Karya akan terus memperkuat peran JTTS sebagai infrastruktur konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah di Sumatra. (*)