KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Rokok

BITNews.id Dua saksi pihak swasta diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pengurusan kuota rokok di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (15/3/2021).

KPK memanggil keduanya dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018.

Baca Juga :  Menuntut Independensi Mahkamah Konstitusi Atas UU KPK

“Para saksi didalami pengetahuannya terkait teknis bagaimana pengurusan kuota rokok di Kabupaten Bintan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dilansir dari suara.com, Selasa (16/3/2021).

Dua saksi tersebut diperiksa masing-masing bernama Dwi Hariwibowo dan Yanny Eka Putra.

Untuk diketahui, KPK kini sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Tak Main-Main Kejagung, Hari Ini Akan Gelar Perkara Kasus IUP Batu Bara Sarolangun

Dengan adanya penyidikan itu, KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kendati demikian, KPK saat ini belum dapat menyampaikan secara detil terkait kasus dan siapa pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sebagaimana kebijakan Pimpinan KPK bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka.

Baca Juga :  Mahmud Marhaba Nyatakan PJS Siap Kawal Proses Transisi Energi Baru Terbarukan

Dalam penyidikan kasus di Bintan, KPK juga telah menggeledah beberapa lokasi seperti Kantor Bupati Bintan dan Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Bintan (BP Bintan). KPK menemukan dan mengamankan berbagai dokumen dari penggeledahan tersebut. (*/red)