BITNews.id – PT Hutama Karya (Persero) bersama Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) meninjau kesiapan layanan dan aspek keselamatan jalur tol fungsional Palembang–Betung Seksi 1–2 di Sumatra Selatan, Jumat (27/2).
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
Peninjauan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade dan Ketua Dewan Pengawas ATI Adhi Resza. Dari pihak Hutama Karya, turut hadir Direktur Operasi III Iwan Hermawan, Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Dwi Aryono Bayuaji, Senior Vice President (SVP) Bagian Operasi Ni Putu Oki Wirastuti, Kepala Regional Sumatra Bagian Selatan Arief Yeri, Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 Fakhrudin, serta Project Director Palembang–Betung Struktur Dinny Suryakencana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan dan paparan teknis di Jembatan Musi V melalui akses STA 49+600. Selanjutnya, rombongan mengecek fasilitas di Rest Area 397A serta pengaturan operasional di sekitar Gerbang Tol (GT) Pangkalan Balai yang menjadi salah satu titik pengendalian arus kendaraan.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan jalur tol fungsional tersebut memenuhi standar pelayanan minimal, khususnya terkait keselamatan pengguna jalan dan kesiapan operasional.
“Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan jalur, perangkat keselamatan, serta fasilitas pendukung di rest area dan gerbang tol berjalan sesuai standar operasional,” ujar Iwan.
Menurut dia, penguatan layanan di titik-titik krusial diperlukan agar operasional jalan tol saat periode mudik dapat berjalan lancar dan terkendali.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade, menilai peninjauan bersama ini penting untuk menjaga konsistensi standar layanan pada ruas tol yang difungsionalkan.
“Kesiapan operasional harus didukung kedisiplinan penerapan standar, kesiapsiagaan personel, dan kejelasan informasi di titik layanan agar pengguna jalan merasa aman dan terbantu,” kata Kris.
Iwan menambahkan, hasil evaluasi lapangan akan segera ditindaklanjuti melalui penguatan kesiapsiagaan personel, penyempurnaan perangkat keselamatan, serta peningkatan fasilitas di titik strategis.
Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Palembang–Rengas) dan Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang total 54,5 kilometer. Ruas ini dilengkapi dua gerbang tol, yakni Gerbang Tol Rengas dan Gerbang Tol Pangkalan Balai, serta struktur utama Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter. (*)
