Bimbingan Konseling Jembatan Menuju Kesejahteraan Mental Peserta Didik

Oleh : Dhia Zalfa Zahirah

Di era modern saat ini, perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Bimbingan konseling mengambil peran sangat penting sebagai jembatan yang menghubungkan peserta didik dengan kesejahteraan mental yang optimal. Tidak hanya fokus pada dukungan akademis, tetapi juga memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan emosional yang sering terjadi pada peserta didik.

Mengapa kesejahteraan mental peserta didik sangat penting?

Kesejahteraan mental sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi peserta didik dan akademis. Ketika peserta didik mengalami masalah seperti kecemasan, stress atau bahkan depresi, hal ini akan sangat berpengaruh pada konsentrasi mereka dalam belajar.

Misalnya, saat seorang peserta didik merasa tertekan akademik atau masalah pribadi mungkin akan sulit untuk fokus pada saat pembelajaran berlangsung. Dalam kondisi seperti ini bimbingan konseling sangat dibutuhkan.

Melalui bimbingan konseling , peserta didik diberi kesempatan berbagi perasaan mereka, menuangkan semua kecemasan yang sering kali terjadi pada diri mereka, yang bisa jadi merupakan langkah awal untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapi.

Baca Juga :  Pilgub Jambi 2024: Kemenangan Fakta, Kegagalan Propaganda

Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya (Nurihsan,2011).
Bimbingan konseling seharusnya menyediakan berbagai layanan yang dapat membantu para peserta didik. Misalnya konseling individu, peserta didik diberikan kesempatan untuk berbicara secara pribadi oleh konselor tentang masalah yang dihadapi. Atau mungkin konseling secara kelompok, peserta didik diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan teman-temannya. Ini sangat bermanfaat karena peserta didik dapat merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masalah.

Bimbingan konseling bukan hanya sebagai pendengar yang baik, tetapi juga memberikan perspektif baru dalam menghadapi masalah, membantu memahami situasi yang dihadapi peserta didik, memberikan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan yang sedang dihadapi dan membantu mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Menurut Muro dan Kottman (1995:50), bimbingan dan konseling perkembangan adalah program bimbingan yang didasarkan atas beberapa prinsip. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak dalam proses perkembangan, terfokus pada bagaimana anak belajar dan pada proses mendorong perkembangan, konselor dan guru berperan membantu siswa untuk belajar dan terlibat dalam proses pembelajaran.

Baca Juga :  Membangun Resiliensi Mental di Era Cyber Media yang Tidak Berhenti

Namun, tidak hanya bimbingan konseling yang berperan dalam kesehatan mental peserta didik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental. Salah satu faktor penting dalam kesejahteraan mental yaitu lingkungan sekolah yang mendukung. Sekolah harus menciptakan suasana yang aman dan nyaman, dimana setia peserta didik merasa dihargai dan diterima dengan baik.

Ketidaknyamanan atau bullying berdampak negatif bagi kesehatan mental peserta didik maka dari itu bimbingan konseling sangat dibutuhkan dalam suatu sekolah. Namun, masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki program bimbingan konseling.

Selain itu, sekolah juga perlu memberikan pelatihan kepada guru mengenai pentingnya kesehatan mental peserta didik agar mereka dapat lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Baca Juga :  Tentang Spin Off Bank Jambi Syariah

Investasi dalam program bimbingan konseling harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan kita demi kesejahteraan mental peserta didik.

Dengan program yang baik, peserta didik bisa berkembang secara emosional,sosial dan akademis. Oleh karena itu, sekolah harus memastikan bahwa bimbingan konseling tersedia di suatu sekolah.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental perlu ditingkatkan disemua lapisan masyarakat. Mulai dari sekolah, orang tua, hingga peserta didik itu sendiri harus memahami bahwa kesehatan mental adalah aspek yang tidak boleh diabaikan.

Dengan memberikan perhatian yang cukup kita bisa membantu peserta didik untuk berkembang dalam akademis maupun kehidupan sehari-hari. Kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi adalah tanggung jawab bersama yang harus kita dukung dan jaga.

Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental, kita tidak hanya membantu peserta didik belajar dengan baik, tetapi juga mempersiapkan mereka dalam menghadapi masa depan agar lebih baik.

Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi