Kritik Pertunjukan Drama Musikalisasi Puisi Indonesiaku Ketika Pademi Karya Ratnawati S

Oleh : Putri Puspita Herlin

Pertunjukan drama kini sudah mulai mengalami peningkatan dimasa modern seperti saat ini, salah satu contohnya ialah pertunjukan drama musikalisasi puisi. Jika kita lihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “Musikalisasi” memiliki arti hal menjadikan sesuatu dalam bentuk musik.

Menurut Danardana, musikalisasi puisi adalah kolaborasi apresiasi seni antara music, puisi dan pentas. Yang artinya dengan adanya musikalisasi puisi para penikmat puisi dapat menyaksikan pembacaan puisi dengan bentuk yang berbeda dengan ditemani iringan musik dan drama agar lebih tercipta suasana yang terdapat dalam puisi.

Salah satu pertunjukan drama musikalisasi puisi yang dapat kita saksikan ialah Drama Musikalisasi Puisi Indonesiaku Ketika Pandemi Karya Ratnawati S yang ditampilkan oleh siswa/i SMA Negeri 1 Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat melalui kanal Youtube sekolah mereka yaitu AMBALAN SMA NEGERI 1 PASANGKAYU.

Baca Juga :  Pemerintah Utak-atik Kemenristek dengan Kemendikbud, Kembali Disatukan dalam Satu Kesatuan

Drama musikalisasi puisi Indonesiaku Ketika Pandemi ini mengangkat tema mengenai masalah sosial yang dihadapi Indonesia saat masa pandemi hadir selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Pertunjukan ini menceritakan tentang segala penderitaan yang dihadapi rakyat Indonesia terhadap kondisi negeri yang sudah tidak seperti dulu lagi. Banyak rakyat kecil merasa tertekan batin mereka karena kondisi yang semakin meperihatinkan baik secara ekonomi maupun Pendidikan.

Drama musikalisasi puisi yang dibawakan siswa/i SMA Negeri 1 Pasangkayu ini ditampilkan dengan bentuk siluet (bayangan) saja. Oleh karena itu, penonton tidak dapat mengentahui seperti apa pakaian yang mereka gunakan, penonton juga tidak dapat melihat bagaimana ekspresi wajah para pemain, dan tidak tau siapa saja mereka.

Baca Juga :  Perjalanan Pendewasaan Diri

Drama musikalisasi puisi ini menekankan pada gerak para pemain dan property pendukung lainnya seperti topi yang dipakai seorang laki-laki dan kipas yang dipakai seorang perempuan seakan menggambarkan sebagai para petinggi negeri dan rakyat kelas atas. Bakul yang di bawa oleh dua orang perempuan menunjukan mereka berperan sebagai rakyat kecil, perempuan yang membawa tongkat menunjukan bahwa ia berperan sebagai orang lanjut usia, dan para perempuan yang membawa tas dipunggung menunjukan peran mereka sebagai anak sekolah.

Namun, untuk bagian pencahayaan panggung sempat beberapa kali tidak stabil seperti kadang terlalu cerah. Sedangkan untuk sound terdengar sedikit lebih keras dibandingkan dengan penyair hal ini membuat suara penyair dan lagu pendamping terkesan bertabrakan.

Baca Juga :  Marga Serampas (2)

Drama musikalisasi puisi yang ditampilkan dalam bentuk siluet ini menekankan pada gerak tubuh para pemain sebagai ungkapan emosi. Namun, ada beberapa pemain yang kurang menunjukan gerak tubuhnya bahkan terkesan terlalu lemas dan tidak sinkron dengan pemain lain. Hal ini perlu diperhatikan karena pertunjukan dengan menggunakan siluet akan terlihat jelas jika tidak seirama.

Dari kelebihan dan kekurangan yang ada pada pertunjukan drama musikalisasi puisi Indonesiaku Ketika Pandemi karya Ratnawati S yang ditampilkan oleh siswa/I SMA Negeri 1 Pasangkayu ini merupakan pertunjukan drama musikalisasi puisi yang bagus karena kita dapat mengingat Kembali masa kelam yang dialami oleh para rakyat kecil untuk bertahan hidup ditengah buruknya keadaan Indonesia karena pandemi

Sumber : https://youtu.be/pMhyCO9bfM4

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang.