Oleh : Wasilatul Mukarramah
Kehadiran, kata yang memungkin terdengar sepele, namun menyimpan makna yang mendalam dalam dunia Pendidikan. Kehadiran siswa di sekolah bukan sekedar angka dalam daftar absensi, melainkan cerminan komitmen dan semangat belajar.peningkatan kehadiran peserta didik bukan sekedar tentang “menghukum” siswa yang tidak hadir. Lebih dari itu,ini adalah tentang mencari akar masalah dan mencari Solusi.
Peningkatan kehadiran peserta didik merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan, kehadiran peserta didik disekolah adalah suatu kondisi yang terjadinya iteraksi belajar mengajar. bagi peserta didik yang hadir lebih berani untuk berinteraksi dan lebih aktif untuk bertanya,memberikan pendapat, dalam kegiatan belajar mengajar. dan akan keterbalikan bagi peserta didik yang tidak hadir.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kehadiran peserta didik disekolah adalah dengan melihat permasalahan antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain,yakni mempunyai masalah-masalah yang berbeda.Ada banyak penyebab sumber ketidak hadiran peserta didik di sekolah. Pertama, bisa jadi ketidak hadiran yang bersumber lingkungan keluarga.
Seperti ada kegiatan darurat,musibah kematian atau letak rumahnya jauh dari sekolah. Meskipun demikian, upaya guru untuk meningkatkan peserta didik dapat dilakukan dengan memperhatikan sumber-sumber penyebab ketidak hadiran peserta didik disekolah.
Untuk Peningkatan kehadiran juga membutuhkan komunikasi yang erat antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Guru perlu menciptakan pembelajaran yang menarik dan memotivasi,sementara orang tua perlu mendukung untuk mengajak anak-anak mereka untuk menghargai Pendidikan,karna tidak semua orang dapat merasakan dunia Pendidikan. Pihak sekolah dapat berperan dalam meyediakan fasilitas dan program yang mendukung kehadiran siswa agar siswa tertarik untuk selalu hadir dalam pembelajaran.
Dalam meningkatkan kehadiran siswa harus memperhatikan perbaikan lingkungan rumah usaha tersebut seperti peran orang tua mengantar pesert didik dengan tepat waktu ke sekolah, pengawasan orang tua dalam memantau waktu tidur anak dan mengupayakan agar peserta didik memahami mengenai tata tertib sekolah.
Perbaikan kondisi sekolah juga mempengaruhi peningkatan kehadiran peserta didik usaha yang dapat dilakukan menggunakan tata tertib sekolah sebagai pendekatan memberikan pengertian kepada peserta didik kehadiran merekan itu penting, memperbaiki kondisi sekolah agar peserta didik nyaman melibatkan guru secara aktif untuk mengupayakan peningkatan kehadiran.
Perbaikan terhadap peserta didik sendiri sangat penting karena yang menentukan hadir tidaknya peserta didik adalah mereka sendiri dan bukan orang lain. Usaha yang dilakukan dapat dengan secara pengembalian Keputusan,pengobatan dan mempertahankan kondisi yang baik, yang melakukan tentu saja sekolah,keluarga dan masyarakat. Sebab, jika tiga komponen ini sama-sama berusaha dengan Bahasa dan gerak Langkah yang sama, maka kehadiran peserta didik disekolah dapat ditingkatkan.
Dan kondisi masyarakat juga merupakan pengupayakan untuk meningkatkan kehadiran peserta didik, mana kala ada nya kerja sama yang era tantara sekolah dengan masyarakat. Jika sekolah tersebut didirikan untuk masyarakat, maka semestinya masyarakat juga mendukung terhadap keberlangsungan sekolah. Peserta didik tidak diperboleh membeli dikantin pada saat jam Pelajaran berlangsung.
Hal itu sebagai salah satu dukungan yang patut dikembangkan. Demikian juga memberi teguran kepada peserta didik yang berkeluyuran dijalan-jalan pada saat jam-jam sekolah, dapat dilakukan oleh masyarakat kerena hal tersebut mendukung terhadap peningkatan kehadiran peserta didik.
Peserta didik yang hadir disekolah hendaknya dicatat oleh guru dalam buku presensi. Bagi peserta didik yang tidak hadir disekolah dicatat dalam buku absensi. Dengan istilah lain,presensi adalah daftar kehadiran peserta didik, sementara absensi buku daftar ketidakhadiran peserta didik.pada saat para peserta didik masuk pertama, guru memprensi peserta didiknya satu persatu.
Selain untuk mengenali satu persatu, juga untuk mengetahui peserta didiknya yang hadir atau pun absen. Dan juga pada jam-jam Pelajaran berikutnya setelah istirahat, guru perlu mempresensi lagi siswanya Kembali, barangkali ada peserta didiknya pulang sebelum waktunya.
Tidak jarang, peserta didik pulang sebelum waktunya, hanya karena sudah dinyatakan masul melalui presensi pada jam pertama, dengan adanya system ini untuk menghindari peserta didik dari bolos/kabur dari sekolah sebelum waktu pelajran selesai.
Kesimpulannya adalah kehadiran bukan hanya tentang menghitung jumlah siswa yang hadir disekolah. Kehadiran yang bermakna adalah kehadiran yang diiringi dengan semangta belajar, partisipasi aktif, dan keinginan untuk menyerap ilmu pengetahuan.
Mari kita sama- sama menciptakan lingkungan Pendidikan yang mendukung kehadiran siswa,mari kita bangun sekolah yang merupakan rumah bagi setiap siswa, tempat Dimana mereka merasa dihargai,diperhatikan, dan termotivasi untuk belajar.
Penulis adalah Mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
