Permasalahan Pendidikan di Masa Kini

Oleh : Tika Oktaweni

Pendidikan memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam perspektif ekonomi, Pendidikan merupakan pelatihan yang memberikan keuntungan sangat besar, baik jangka pendek maupun jangka Panjang. Sekaligus dapat memberikan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.

Keberhasilan Pembangunan Pendidikan dapat berdampak signitif terhadap keberhasilan Pembangunan dimasyarakat, bangsa dan negara. Ditengah Perkembangan teknologi yang sekarang ini, dunia Pendidikan banyak menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Salah satu masalah utama adalah kesenjangan akses Pendidikan.

Meskipun banyak kemajuan dalam system Pendidikan, masih banyak daerah daerah yang terpencil tidak memiliki fasilitas Pendidikan yang lengkap. Siswa yang diwilayah terpencil tersebut terpaksa belajar dengan keaadan yang tidak memadai dan pada akhirnya mempengaruhi kegiatan belajar menagajar Pendidikan di wilayah tersebut.

Pendidikan tidak hanya diperoleh dari Lembaga Pendidikan formal yang biasanya dilaksakanak oleh Lembaga Pendidikan (sekolah), baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Juga dapat diperoleh dari Lembaga Pendidikan non formal, bahkan dari keluarga dan Masyarakat.

Dalam hal tersebut, wajah Pendidikan Indonesia kedepannya tergantung pada peran penting pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Keberhasilan Pendidikan tergantung bagaimana sekolah melaksankan manajemen sesuai dengan peran dan fungsinya, kegiatan atau program, sarana dan prasarana serta seluruh komponen penunjang.

Baca Juga :  Gagal Tundukkan Irak, Peluang Indonesia Tampil di Olympiade Paris Makin Tipis, Lawan Guinea Bukan Kaleng kalengan..?

Sayangnya pada sekarang ini persoalan rumit menghadang dunia Pendidikan masih saja bermasalah pada aspek kualitas, relevansi, dan peningkatan pemerataan kesempatan memperoleh Pendidikan bagi seluruh wilayah atau seluruh rakyat Indonesia. Dari aspek kualitas, Pendidikan pada sekarang ini sangat memprihatinkan, terutama Pendidikan diluar jawa.

Jika dibandingkan dengan pendidikan yang diluar jawa. Jika dibandingkan dengan pendidika di jawa,
Pendidikan diluar jawa memiliki kesenjangan yang sangat lebar. Meski begitu bukan berarti Pendidikan dijawa sudah bagus dan sudah bagus dan memiliki fasilitas yang sangat memadai.

Selain itu, metode Pendidikan yang masih konvensional menjadi hambatan besar. Diberbagai sekolah, kurikulum yang ditetapkan tidak tepat dengan kebutuhan dunia Pendidikan. Pendidikan seringkali lebih fokus pada penghafalan dari pada pengembangan keterampilan kritis dan kreatif. Hal ini membuat lulusan kesulitan beradaptasi dengan tuntutan zaman yang terus berubah.

Persoalan inilah yang menjadi “pekerjaan rumah” cukup berat bagi pemerintah untuk mempersulit kesenjangan kualitas Pendidikan jawa dan diluar jawa, juga didesa dan dikota. Terlebihnya dengan perkembangan teknologi informasi, kesenjangan kualitas Pendidikan akan semakin terbuka.

Baca Juga :  Minal Aidin Wal Faizin

Kalau masalah tersebut tidak diatasi, dalam jangka Panjang akan berakibat pada kesenjangan sosial. Pada akhirnya masalah ini akan menjadi munculnya persoalan dibidang politik dan ekonomi.

Mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa sekolah itu tidak sekedar tahapan untuk bekerja kantoran menjadi salah satu agenda dunia pendidikan yang harus segera lakukan sehingga masyarakat pun bisa memahami secara keseluruhan untuk apa Pendidikan itu dilahirkan.

Agenda semacam ini akan bisa dijalankan secara baik kalau masing masing Pendidikan bertindak secara adil bagaimana proses penerimaan murid baru tidak lagi memakai slogan yang menyesatkan. Mempertahan kan sekolah yang memiliki modal besar sama saja mengancurkan minat dan motivasi masyarakat untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Beberapa persoalan yang dihadapi dalam dunia Pendidikan yaitu:

Pertama:
Pemerataan kesempatan memperoleh Pendidikan dan pemerataan kulitas Pendidikan.

Kedua:
Perubahan hidup menyebabkan longgarnya ikatan ikatan moral kehidupan yang mempengaruhi pola kehidupan generasi muda.

Pembinaan etika dan moral generasi muda harus dimulai dari keluarga, di dalam sekolah/masyarakat.Penerapan disiplin nasional secara tuntas dan konsekuen harus dilaksanakan didalam setiap lingkungan (keluarga,sekolah,dan masyarakat).

Ketiga:
Rendahnya jenjang Pendidikan diberbagai jenjang dan jenis Pendidikan.Sukses yang dicapai secara kuantitatif memang mengahambat peningkatan kualitas kuantitatif. Hal ini memang suatu konsekuensi dalam Pembangunan nasional yang masih memberi prioritas pada pemerataan.

Baca Juga :  Legal Opini Terkait Retribusi Daerah

Keempat:
Masih rendahnya suatu usaha system Pendidikan. Pendidikan harus dikelola secara bussines like sehingga dinamis dan efisien. Banyak murid yang mengulang serta berhenti atau meninggalkan system Pendidikan dan pelatihan kita.

Kelima:
Kelembagaan Pendidikan dan pelatihan. Dewasa ini kita lihat kelembagan Pendidikan dan pelatihan sangat kaku.
Keenam: manajemen Pendidikan dan pelatihan nasional masih belum terarah.

Berbagai Lembaga menangani masalah tersebut sehingga menganggu kegunaan pengembangan Lembaga Pendidikan dan pelatihan yang semua dengan permintaan pasar kerja.

Kesimpulan dari pendapat cerita mengenai permasalahan Pendidikan masa kini menunjukkan bahwa system Pendidikan menghadapi berbagai tantangan, seperti terbatasnya akses yang merata, kualitas pengajaran yang bervariasi, dan bedampak teknologi.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, institusi Pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan Solusi yang inklusif dan berkelanjutan. Pendidikan harus fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi