Ketua Umum LPKNI Minta Pemerintah Serius Atasi Masalah Banjir di Kawasan Simpang Pucuk

BITNews.id – Tingginya Curah hujan yang mengguyur diwilayah Kota Jambi menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang air. Jumat (18/3).

Seperti yang terjadi hari ini di kawasan Kapten A Bakaruddin, Kecamatan Telanaipura tepatnya di depan Kantor Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) atau yang sering disebut simpang pucuk, sejumlah kendaran yang melintas terendam banjir hingga kurang lebih setinggi setengah ban motor.

Baca Juga :  Sempat Hilang di Area ATM RS Abdul Manap, Bocah 6 Tahun Akhirnya Ditemukan Warga

Pantauan dilokasi, kendaraan yang berlalu-lalang sangat berhati-hati saat melewati genangan air yang cukup dalam. Antrian panjang kemacetan pun terjadi dikawasan ini.

Tampak sangat jelas pula, genangan air yang amat dalam berada ketika hendak masuk kearah Kantor UPCA. Padahal, jalan ini sendiri sudah ditambah ketinggiannya dengan menggunakan cor beton namun, masih saja kerap terjadi banjir.

Akibat banjir ini, satu pengendara sepeda motor mogok akibat memaksa untuk melewati genangan air yang cukup dalam.

Baca Juga :  Sinsen Gelar Nobar World Superbike 2023 dari Danau Tangkas

Ketua Umum LPKNI, Kurniadi Hidayat mengatakan, kawasan jalan ini kerap terjadi banjir ketika diguyur hujan lebat. Padahal kawasan ini sangat tepat berada di tengah-tengah Kota Jambi.

“Kalau hujan deras kawasan ini selalu banjir. Bahkan sampai ke halaman kantor saya,”ujarnya.

Dikatakan Kurniadi, Jalan Kapten A Bakaruddin merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi. Namun, hingga saat ini pihak-pihak terkait tak juga membenahi banjir ini.

Baca Juga :  Usin Abdisyah Putra Sembiring Dukung Peningkatan Kapasitas Lingkungan

“Seharusnya pemerintah itu gerak cepat. Kasihan pengendara yang lewat. Pengendara motor jika melewati jalan ini, pasti ada yang mogok,”jelasnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi atau pihak-pihak terkait untuk cepat mengatasi banjir di jalan tengah Kota ini.

“Saya harap pihak terkait segera atasi banjir. Jangan ada menunggu korban jiwa, baru bertindak,” tutupnya. (Arie)