ASAHAN, BITNews.id – Bupati Asahan H. Surya, BSc menjawab pandangan umum Fraksi DPRD Kabupaten Asahan terhadap Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Asahan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.
Jawaban ini disampaikan Bupati Asahan pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan di Aula Rambate Rata Raya Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Benteng Panjaitan, S.H., M.Si, Selasa (01/11/2022).
Bupati Asahan mengatakan, untuk bidang perekonomian, Pemerintah Kabupaten Asahan melalui OPD terkait, telah merencanakan program dan kegiatan yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, diantaranya fasilitas bantuan pengembangan ekonomi untuk masyarakat miskin, pemberian bantuan sosial kesejahteraan keluarga dan penyediaan Pangan, sandang bagi korban bencana daerah.
Bupati Asahan juga mengatakan intensitas hujan yang berubah-ubah seringkali mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Bahkan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir curah hujan tinggi. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dan Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manan Simatupang mencatat adanya peningkatan jumlah penduduk yang didiagnosa terserang penyakit malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sebagai upaya pencegahan penanggulangan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menetapkan pola 3M menguras, menutup dan mengubur yang disampaikan melalui spanduk maupun baliho diseluruh kecamatan.
Selain menguatkan peran serta masyarakat maupun sekolah dalam berprilaku hidup bersih dan sehat pada pelayanan kesehatan maupun rawat inap bagi pasien yang bergejala.
Upaya ini juga dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan kesehatan bersama tokoh masyarakat,desa,maupun tokoh agama, serta lintas sektor terkait dengan program 1 rumah 1 kader jumantik di tingkat Kelurahan dan Desa.
Menyikapi arahan Kementerian Kesehatan RI tentang larangan penggunaan obat-obatan tertentu, Pemkab Asahan telah meminta Dinas Kesehatan untuk secara aktif memberikan informasi dan himbauan kepada pengelola Apotek, Klinik Kesehatan, serta masyarakat luas untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan memberikan solusi pengobatan lain untuk penanganan masyarakat yang sedang sakit.
Sementara dalam bidang infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Asahan, melalui OPD terkait telah menyusun penjadwalan yang ketat setiap tahapan pelaksanaan kegiatan infrastruktur. yang dijalankan, dengan harapan kegiatan dapat selesai tepat waktu dan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Untuk menjaga kualitas proyek, kepada OPD-OPD pengelola kegiatan infrastruktur diminta untuk senantiasa melaksanakan pengawasan terhadap Kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur agar dilaksanakan sesuai dengan kontrak,” ucap Bupati.
Selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah Inspektorat juga diminta untuk aktif melakukan review atas setiap tahapan penyelesaian pekerjaan, sehingga setiap proses pelaksanaan kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu. Selanjutnya dalam upaya peningkatan SDM, terhadap ASN yang terlibat dalam pengawasan proyek agar ditunjuk yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya,” tambahnya.
Menutup pidatonya Bupati mengatakan pihak nya mengakui bahwa masih banyak harapan masyarakat yang belum terealisasi dengan baik. Bahkan masih banyak jalan yang belum dapat dilintasi dengan nyaman. Dan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang kurang memadai.
Efisiensi di segala aspek telah kita lakukan untuk pemenuhan kewajiban belanja yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Sekali lagi, kami mohon kesediannya Anggota Dewan yang Terhormat untuk bersama-sama dapat menyiasati keterbatasan anggaran ini, agar menjadi anggaran yang efektif dan produktif.
Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Anggota DPRD Kabupaten Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Para Asisten, Staf Ahli Bupati Asahan, OPD dan tamu undangan lainnya.(Slv/adv)
