Pandangan Surah At-Tin Ayat 4 Terhadap Beauty Privilege

Oleh : An nissa’ Nursholiha

Beauty Privilege merupakan hak istimewa yang didapatkan oleh orang-orang yang dianggap lebih cantik dan berpenampin menarik. berdasarkan penilaian standar kecantikan masyarakat. Orang-orang yang memiliki beauty privilege itu dipercaya akan diberi banyak kesempatan yang tidak dimiliki orang dengan fisik standar.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penampilan memiliki korelasi langsung dengan seberapa baik kita
diterima oleh orang lain, baik dalam lingkungan sosial maupun profesional. Daya tarik fisik ini pun akhirnya dianggap dapat menentukan kualitas hidup, terlepas dari kepribadian, keterampilan, bakat, atau apa pun kelebihan lainnya yang dimiliki oleh seseorang.

Hal ini yang nantinya akan menghasilkan perubahan besar di masyarakat secara keseluruhan dalam hal peningkatan harga diri, karena orang-orang menyadari bahwa mereka memiliki suara dan berharga, terlepas dari penampilan mereka. Hal ini juga akan membuka peluang bagi banyak orang karena mereka tidak lagi dibayangi oleh standar kecantikan.

Baca Juga :  Membuka Jalan Baru: Transformasi Pembangunan Aceh Menuju Kemandirian

Terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Hadis tersebut memberikan nasehat khususnya kaum wanita bahwa wajah dan penampilan itu tidak penting, yang terpenting adalah amal perbuatan, kebaikan hati dan bermanfaat bagi sesama manusia. Cantik sebenarnya relatif dan tergantung selera masingmasing orang.

Namun, dalam konteks beauty privilege, standar kecantikanlah yang mengakar di masyarakat. Sebagian besar didasarkan pada standar kecantikan orang luar negeri yaitu putih, tinggi, dan memiliki badan bagus.

Al-Qur’an tidak pernah melarang untuk berpenampilan menarik dan merawat tubuh. Selama penampilan itu tidak melewati batas norma-norma sosial dan kaidah keislaman. Cantik yang sebenarnya memang terletak pada hati masing-masing individu. Akan tetapi, jika ditambah dengan perawatan tubuh, dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada wanita.

Baca Juga :  Membangun Jembatan Harapan dan Jembatan Perjuangan

Konteks beauty privilege dalam Al-Qur’an memaang belum ada secara spesifik ayat yang secara eksplisit membahas kecantikan. Namun dalam terminologi Alquran, kecantikan dikaitkan dengan bidadari. Ayat yang menyinggung kecantikan anatara lain Surah at-Tin ayat 4 :

Terjemahnya : Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,

Ayat menceritakan tentang bagaimana manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaikbaiknya. Kemudian, mereka akan dikembalikan ke tempat serendah-rendahnya. Kecuali bagi orang-orang yang beriaman dan berbuat kebaikan. Bagi mereka adalah pahala yang tak akan putus.

Interpretasi ayat di atas juga menggambarkan tips cantik luar dalam. Seorang wanita jika menginginkan cantik luar dan dalam (akhlak, kepintaran, ketakwaan) harus berproses lama atau memakan waktu sampai bertahun-tahun, bahkan hingga berumur tua dan meninggal.

Baca Juga :  Mengelola Defisit Anggaran Provinsi Jambi: Tantangan dan Solusi

Beauty privilege dalam Al-Qur’an berkenaan dengan ayat-ayat yang menyinggung kecantikan dan penampilan seorang wanita. Hendaknya wanita muslimah dapat mengambil pelajaran agar termotivasi mensyukuri dan mengoptimalkan kecantikan yang dimilikinya seperti bidadari surga. Seperti menampilkan paras terbaik di depan suami, menjaga pandangan, cantik luar dalam serta tidak mengukur kecantikan dari fisik.

Al-Qur’an yang berbicara penampilan mengharuskan seorang wanita muslimah untuk menutup aurat dengan benar dan tidak berlebihan, menggunakan perhiasan sewajarnya, berpakaian sebagain sarana beribadah, serta menjaga kebersihan pakaian. Pesan-pesan pada ayat Al-Qur’an tidak membenarkan adanya beauty privilege.

Al-Qur’an menganggap semua wanita itu sama, yaitu memiliki taraf kecantikan masing-masing, yang membedakan hanyatingkat ketakwaannya. Sehingga wanita diharapkan selalu meningkatkan kualitas akhlak (inner beauty) dan selalu memperhatikan etika berpenampilan.

Penulis adalah Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya