BENGKULU,BITNews.id – Suimi Fales, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, secara tegas mendukung program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), terutama di Bengkulu. Namun, ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur pendukung sebagai langkah utama.
“Potensi wisata di daerah kita luar biasa, namun infrastruktur yang menjadi hambatan utama,” ujar Suimi saat dihubungi melalui pesan whatsapp. Rabu (12/07/2023).
Suimi, yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Desa Wisata, menyatakan bahwa objek wisata yang berkualitas di Bengkulu tidak akan berkembang jika tidak didukung oleh fasilitas yang memadai. Salah satu faktor penting adalah akses jalan yang baik guna mewujudkan program BBWI dengan optimal.
“Bagaimana mungkin tempat wisata yang begitu indah, tetapi butuh waktu 3 atau 4 jam berjalan kaki untuk mencapainya. Siapa yang mau melakukan hal itu?,” tegas Suimi.
Selain itu, Suimi juga menyoroti pentingnya jangkauan internet yang memadai. Tempat wisata yang nyaman dan dilengkapi fasilitas tersebut akan membuat pengunjung merasa betah dan termotivasi untuk kembali berkunjung.
“Pengunjung wisata menginginkan kenyamanan dan relaksasi, serta dapat menikmati keindahan alam dengan tersedianya fasilitas termasuk koneksi internet,” tambah Suimi.

Suimi menegaskan bahwa fasilitas penunjang tersebut harus menjadi prioritas pemerintah agar program BBWI dapat berjalan secara optimal. “Kita tidak hanya sekadar mempromosikan bangga berwisata di Indonesia. Namun, apa yang telah kita siapkan untuk menjadi bangga?” tanya Suimi.
“Infrastruktur seperti apa yang tersedia? Bagaimana akses kendaraan ke lokasi wisata? Bagaimana dengan jaringan internet? Semua ini harus menjadi perhatian pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran yang memadai,” paparnya.
Suimi memberikan contoh beberapa objek wisata unggulan di Bengkulu yang belum didukung oleh fasilitas yang layak. Misalnya, air terjun di Blitar Seberang, objek wisata di Bengkulu Tengah, dan beberapa lokasi lain di daerah tersebut.
“Contohnya adalah jalan menuju Kaur yang memakan waktu lima jam perjalanan, dan setelah sampai di sana, fasilitasnya masih kurang memadai. Atau bagaimana masyarakat dapat berwisata ke Danau Nibung, Mukomuko yang sangat indah, tetapi harus menempuh perjalanan darat selama tujuh jam,” ungkap Suimi.
Dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya, Suimi optimis bahwa pariwisata di Bengkulu dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu daya tarik utama di Indonesia.
