KERINCI,BITNews.id – Densus 88 Satgaswil Jambi, Polda Jambi, dan Polres Kerinci bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta tokoh masyarakat dan agama Kabupaten Kerinci menggelar kegiatan sosialisasi tentang Pencegahan Radikalisme, Intoleransi, dan Terorisme di Desa Mekar Sari, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, pada Kamis (07/03/2024).
Acara dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Kerinci yang mewakili Bupati Kerinci, Kapolres Kerinci Akbp. Muhammad Mujib, S.H., S.I.K., Kasatgas Wil Jambi Densus 88 AT Polri Akbp. Berry Diatra S.I.K., M.H, Ps. Kasubdit Kamsus Ditintelkam Polda Jambi Kompol. Agung Pratama, S.I.K., M.H., dan Kanit Intelijen Satgas Wil Jambi Densus 88 Kompol. Ade Candra, S.P., S.I.K.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran ideologi radikalisme yang dapat merambah ke dalam masyarakat.
Kasatgas Wil Jambi Densus 88 AT Polri, Akbp. Berry Diatra S.I.K., M.H, menjelaskan bahwa kejahatan terorisme secara global mengalami peningkatan yang signifikan baik dari segi modus operandi maupun kuantitas dan kualitasnya.
“Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman ideologi intoleran, radikalisme, dan terorisme,” ujar Akbp. Berry Diatra S.I.K., M.H.
Dalam kegiatan tersebut, mantan eks. Naviter juga turut hadir sebagai pembicara dalam sosialisasi tentang pencegahan ideologi intoleran, radikalisme, dan terorisme. Diskusi dan tanya jawab dilakukan dengan masyarakat setempat, termasuk pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kayu Aro.
Di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kerinci, terdapat sebuah yayasan pengajian bernama Ponpes Anak dan MIS Amanah Al-qu’an yang diduga terafiliasi dengan kelompok yang menganut paham radikalisme, baik secara nasional maupun internasional.
Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengambil langkah untuk membekukan yayasan tersebut karena tidak memiliki izin pendirian Ponpes. Selanjutnya, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi akan terus mengawasi dan membina Ponpes tersebut.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan menangkal penyebaran ideologi intoleran, radikalisme, dan terorisme di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. (Ty)
