Inflasi Tetap Terkendali, BI Jambi Siap Hadapi Tantangan Harga Pangan

JAMBI,BITNewsw.id – Meskipun kondisi ekonomi yang berfluktuasi dan tekanan harga pada beberapa komoditas, Provinsi Jambi berhasil menjaga inflasi bulanan tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Provinsi Jambi pada bulan April 2024 tercatat sebesar 0,18%, angka yang relatif stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Namun, tidak bisa diabaikan bahwa ada beberapa faktor yang menyumbang pada kenaikan harga beberapa komoditas.

Baca Juga :  Dukung Pansus Konflik Lahan, Komisi IV DPR RI Kunker ke DPRD Provinsi Jambi

Salah satunya adalah kenaikan harga bawang merah yang didorong oleh kondisi di daerah pemasok serta dampak dari bencana alam seperti banjir.

Selain itu, peningkatan mobilitas masyarakat di masa mendekati Idul Fitri juga mendorong kenaikan harga angkutan udara dan kendaraan travel.

Kabupaten Kerinci, salah satu wilayah di Provinsi Jambi, mencatatkan tingkat inflasi yang lebih tinggi dari rata-rata provinsi.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Ajak Masyarakat untuk Tidak Golput Pada Pemilu 2024

Peningkatan harga bawang merah di wilayah ini menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi, bersama dengan kenaikan harga rekreasi dan produk konsumen lainnya.

Namun demikian, Provinsi Jambi siap menghadapi tantangan harga pangan yang mungkin terjadi ke depan, terutama seiring dengan diberlakukannya kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras SPHP dan Harga Acuan Pangan.

Baca Juga :  Bupati Asahan akan Bantu Kendala yang Dihadapi PLTA Asahan 3

Bank Indonesia Provinsi Jambi bersama dengan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk menghadapi situasi ini, termasuk melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Pangan Murah (Murah).

Menyikapi situasi ini, Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Jambi, Mukti Rigowo untuk berkomitmen menjaga kesetabilan harga pasar. (red)