MERANGIN,BITNews.id – Tren game dan e-Sport di era digital memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: pengembangan ekosistem digital, dampak kesehatan, hubungan sosial, peluang dan tantangan serta kejahatan siber.
Untuk membahas tren game dan e-Sport di era digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, akan kembali menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Merangin, Senin (30/9) siang, pukul 13.00 WIB.
Mengusung tema ”Tren Game dan E Sport di Era Digital”, diskusi online yang akan diikuti siswa pelajar dan tenaga kependidikan dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya akan menghadirkan tiga narasumber.
Mereka adalah pegiat literasi digital Nasional Moh. Rouf Azizi, Kepala Sekolah SMPN 55 Kabupaten Merangin, Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Marif Hasyim Latif Sidoarjo M. Adi Prasnowo, dan Firdha selaku moderator.
”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/
RegPendidikanSumatera300924. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Minggu (29/9).
Terkait tema diskusi, Kemkominfo menjelaskan, tak dapat dimungkiri kemajuan teknologi digital telah mendukung pengembangan e-Sport, seperti turnamen, tim profesional dn sponsor, di samping dampak negatifnya.
”Game online dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental seperti mata, lelah, dan gangguan tidur, obesitas, stres, depresi, dan kecemasan,” jelas Kemkominfo dalam rilis.
Game, lanjut Kemkominfo, juga berdampak pada hubungan sosial, karena terlalu fokus pada game online dapat mengabaikan hubungan dengan keluarga dan teman. ”Prestasi akademik dan kinerja pun bisa jadi turun,” imbuhnya.
Meski begitu, menurut Kemkominfo, e-Sport memiliki peluang dan potensi hadiah yang besar. Namun, juga memiliki tantangan seperti masalah kesehatan mental pemain, doping, dan regulasi yang belum sepenuhnya matang.
”Penyedia jasa stream seperti Twitch dan YouYube semakin mendorong para gamer’s untuk menonton pertandingan e-Sport dan juga menonton orang lain bermain game,” pungkas Kemkominfo.
Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Merangin, Jambi, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Sampai dengan akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemkominfo.
Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Program makin cakap digital bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemkominfo.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)
