Orari Kabupaten Bandung Dirikan Posko Kawah Putih Bantu Warga Libur Nataru

BANDUNG, BITNews.id – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bandung dan BPBD Kab. Bandung mendirikan Posko Nataru di kawasan objek wisata Kawah Putih, Rancabali, Kabupaten Bandung, untuk mendukung kelancaran libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Posko ini bertujuan membantu pemerintah dalam menyediakan sarana informasi dan komunikasi melalui jaringan radio amatir serta siap siaga bencana.

Kegiatan tahunan ini rutin dilakukan oleh ORARI Lokal dan BPBD Kabupaten Bandung sebagai bentuk pengabdian masyarakat dalam memastikan arus informasi berjalan lancar, terutama di kawasan wisata yang ramai pengunjung.

Selain Posko Kawah Putih, ORARI juga mendirikan posko di Al Fathu, Kompleks Pemda Soreang, dan di Kecamatan Nagreg, yang merupakan titik strategis untuk mendukung pengendalian arus lalu lintas dan pelayanan informasi.

Baca Juga :  Kominfo Provinsi Jambi Gelar Pendampingan Teknis SPBE

“Dalam era digital saat ini, kemudahan informasi dapat diraih dengan cepat dan murah, namun ORARI tetap berdiri solid untuk memback-up informasi melalui saluran radio serta bekerjasama dengan BPBD akan lebih memberikan kemanfaatan kepada masyarakat lebih maksimal,” ungkap salah satu anggota ORARI, Asep Juhana (YD1CMT), yang sedang bertugas di Posko Patuha.

Turut Hadir mendampingi dalam piket hari ini, Deni Hidayat (YD1BCJ) dan Rohmat Suhani (YD1DPC) pada 27/12/2024

Sejarah Radio di Indonesia

Radio di Indonesia memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa penjajahan Belanda. Radio pertama kali diperkenalkan pada tahun 1925 dengan berdirinya Bataviase Radio Vereniging (BRV), sebuah stasiun radio yang melayani penduduk Belanda di Hindia Belanda. Pada tahun 1933, muncul radio pribumi bernama Solosche Radio Vereniging (SRV) di Solo, yang bertujuan menyebarkan budaya dan seni lokal.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadiri Rakernis Tata Ruang Laut untuk Wujudkan Ekonomi Biru

Peran radio semakin penting pada masa perjuangan kemerdekaan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, radio digunakan untuk menyebarluaskan kabar kemerdekaan ke seluruh penjuru negeri. Radio Republik Indonesia (RRI) didirikan pada 11 September 1945 sebagai media komunikasi nasional, memainkan peran vital dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan membangun kesadaran nasional.

Sejarah Singkat ORARI

Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) didirikan pada 9 Juli 1968 sebagai wadah resmi bagi para penggemar dan pengguna radio amatir di Indonesia. ORARI berperan dalam mendukung kegiatan sosial, pendidikan, kebencanaan, dan pengembangan teknologi komunikasi. Dalam situasi darurat, ORARI sering menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi penting ketika jaringan komunikasi lainnya terganggu.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Saksikan Final Tilawah Al-Qur’an Golongan Dewasa

Hingga saat ini, ORARI terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan nasional, termasuk mendukung acara besar, penanggulangan bencana, dan memastikan kelancaran komunikasi di tempat-tempat yang sulit dijangkau. Dedikasi anggotanya menjadi bukti bahwa teknologi radio tetap relevan di tengah kemajuan era digital.

Melalui kegiatan seperti Posko Kawah Putih, ORARI Lokal Bandung menunjukkan komitmennya untuk mendukung masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjaga tradisi komunikasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.(Arlga)