Tinggal Seorang Diri di Gubuk, Petani Lansia Ditemukan Tak Bernyawa

TANJABTIM,BITNews.id – Warga Desa Siau Dalam, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dikejutkan dengan penemuan seorang petani lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia di area kebun kelapa, Jumat (17/1/2026). Korban diketahui bernama Lambak (75).

Kapolsek Muara Sabak Timur AKP Candra Adinata mengatakan, penemuan jasad korban berawal dari laporan keluarga yang kehilangan kontak dengan korban selama beberapa hari. Anak korban yang berada di Kota Jambi terakhir kali berkomunikasi dengan ayahnya melalui telepon pada Senin (12/1/2026).

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Lantik Pengurus BIDARA Provinsi Jambi

“Ketika dihubungi kembali beberapa hari kemudian, nomor telepon korban sudah tidak aktif,” ujar AKP Candra, Senin (19/1/2026).

Korban diketahui tinggal seorang diri di sebuah gubuk yang berada di kebun pinang miliknya. Karena merasa khawatir, pihak keluarga kemudian melaporkan kondisi tersebut ke Polsek Muara Sabak Timur. Menindaklanjuti laporan itu, polisi bersama warga melakukan pencarian di sekitar kebun milik korban.

Dalam proses pencarian, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kebun kelapa yang terletak di Parit Satu Sungai Niur. Petugas kepolisian segera mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Pemkab Tanjab Timur Sampaikan Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Industri Tahun 2023

Tim Inafis Polres Tanjung Jabung Timur selanjutnya melakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Kasus ini kemudian berkembang setelah anak korban, Yuleng, menyampaikan dugaan adanya kejanggalan. Ia mengaku kehilangan sejumlah barang milik ayahnya, termasuk sebilah badik dan uang tunai yang diperkirakan berjumlah sekitar Rp14 juta.

Baca Juga :  Provinsi Jambi Resmi Berlakukan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19

“Saat korban ditemukan, uang yang tersisa di dalam dompet hanya sekitar Rp2 juta,” kata AKP Candra

Selain dugaan kehilangan barang, keluarga juga menyebutkan adanya permasalahan kecil dalam komunikasi terakhir dengan korban sebelum kejadian. Informasi tersebut kini menjadi bagian dari materi penyelidikan kepolisian.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (*)