Aktivitas Belanja di Pasar Muara Sabak Meningkat Jelang Ramadan

TANJABTIM,BITNews.id -Menjelang Bulan Suci Ramadan, aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur terpantau meningkat

Pasar yang beroperasi setiap Kamis dan Sabtu itu mulai dipadati warga sejak pagi hari untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar harga bahan kebutuhan pokok masih relatif stabil. Komoditas seperti cabai, bawang, beras, dan kebutuhan dapur lainnya masih berada pada kisaran harga normal.

Baca Juga :  Teguhkan Semangat Kebangsaan, Danrem 042/Gapu Ikuti Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80

Namun, kenaikan harga terjadi pada komoditas daging ayam potong. Jika sebelumnya ayam dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp45.000 hingga Rp48.000 per kilogram. Kenaikan tersebut diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

Salah seorang pengunjung pasar, Nafsiah, mengaku sengaja datang lebih awal untuk berbelanja kebutuhan dapur.

Baca Juga :  Respon Cepat! Ketua DPRD Kota Jambi Kawal Keluhan Warga Soal Trotoar dan Saluran Air

“Kalau menjelang Ramadan memang biasanya ada harga yang naik. Alhamdulillah, cabai dan bahan lainnya masih stabil. Hanya ayam yang cukup terasa kenaikannya,” ujarnya.

Meski demikian, Nafsiah mengatakan masyarakat tetap berupaya menyesuaikan pengeluaran belanja rumah tangga. Ia berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali hingga memasuki Ramadan.

Sementara itu, Pengurus Pasar Muara Sabak, Hidayat, menyebut lonjakan jumlah pengunjung mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, peningkatan pembeli diperkirakan akan terus terjadi mengingat pasar tradisional di wilayah Muara Sabak Barat hanya beroperasi dua kali dalam sepekan.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Didampingi Gubernur Jambi Panen Raya Padi dan Ikan Semah

“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memantau perkembangan harga, agar stabilitas tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat selama Ramadan,” kata Hidayat. (Bhr)