Program ‘Police Go To Pesantren’, Ditlantas Polda Jambi Edukasi Santri Ponpes Da’arul Huffaazh soal Tertib Lalu Lintas

JAMBI, BITNews.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi melalui program “Police Go To Pesantren” memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para santri di Pondok Pesantren Da’arul Huffaazh Al Islami, Jumat pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Kamsel) Ditlantas Polda Jambi, AKBP Novrizal, bersama personel Subdit Kamsel.

Program ini merupakan bagian dari upaya Polda Jambi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pesantren, terhadap pentingnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Baca Juga :  Bukti Mental Juara! Jambi Boyong Emas Beregu 50 m Compound di Kejuaraan Bertaraf Internasional

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, mengatakan kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, menjadi langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kami ingin para santri tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam keselamatan berlalu lintas. Kedisiplinan di lingkungan pesantren harus sejalan dengan disiplin di jalan raya,” ujar Adi Benny.

Baca Juga :  Langkah Proaktif Jasa Raharja Muara Bungo Evaluasi Data Kecelakaan Selama PAM Lebaran 2024

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai etika berkendara, pengenalan rambu lalu lintas, serta pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI.

Selain edukasi, Ditlantas Polda Jambi juga memberikan bantuan sosial kepada pihak pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pendidikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Da’arul Huffaazh Al Islami, KH Erman Al-Hafiz, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jambi Dorong Pemerintah Gali Potensi Jambi Untuk Tingkatkan PAD

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Edukasi ini sangat bermanfaat bagi para santri, terutama dalam menghadapi aktivitas di luar lingkungan pesantren,” kata Erman.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas. (red)