FLLAJ Bungo Bahas Titik Rawan Kecelakaan, Sepakati Strategi Penurunan Angka Laka

JAMBI,BITNews.id – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Bungo menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) serta strategi menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Muara Bungo itu, masing-masing instansi memaparkan kondisi terkini sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan. Faktor penyebab kecelakaan yang menjadi perhatian antara lain kondisi infrastruktur jalan, minimnya rambu dan marka, rendahnya kepatuhan pengguna jalan, serta faktor kendaraan.

Perwakilan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bungo menekankan pentingnya peningkatan pengawasan dan penegakan hukum di titik rawan kecelakaan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

Baca Juga :  Bersama Profesor Hukum Unja, Ketua DPRD Jambi Hadiri Makrab Dokter Ilmu Hukum Unja 2023

“Penegakan hukum harus dibarengi dengan edukasi agar kesadaran masyarakat meningkat dan angka kecelakaan bisa ditekan,” ujar perwakilan Satlantas dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Kepala Wilayah Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Muara Bungo yang mewakili Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jambi menyatakan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan jalan, khususnya di ruas jalan nasional. Upaya yang dilakukan meliputi pemasangan rambu lalu lintas serta peningkatan fasilitas keselamatan di titik yang telah diidentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan.

Baca Juga :  Usai Ibadah Peringatan Hari Natal, 163 Orang WBP Lapas Pancur Batu Terima Remisi, 3 Diantaranya Bebas

Jasa Raharja Cabang Muara Bungo juga menegaskan dukungannya melalui program preventif dan preemtif. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi keselamatan, pemasangan spanduk imbauan di lokasi rawan kecelakaan, serta pelaksanaan program Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL).
Program itu mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi, sosialisasi keselamatan, serta pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi masyarakat di sekitar titik rawan kecelakaan.

Selain itu, Jasa Raharja juga menjalankan program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di kalangan pelajar.

Baca Juga :  Tinjau Polres Batanghari, Wakapolda Tekankan Optimalisasi Layanan SPKT dan Kesiapan Personel

Dalam forum tersebut, seluruh peserta juga menyepakati pentingnya peningkatan koordinasi lintas sektor serta pemanfaatan data terpadu untuk menentukan prioritas penanganan titik rawan kecelakaan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menekan angka kecelakaan, khususnya di kalangan pelajar yang cenderung meningkat.

Forum ini menjadi bagian dari implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) serta Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Melalui sinergi antarlembaga, seluruh pihak berkomitmen menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Bungo. (*)