JEMBER, BITNews.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipicu kendala teknis dalam proses pengiriman dan distribusi, bukan karena kekurangan stok.
Sebagai langkah penanganan, tambahan pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax sebanyak 100.000 liter atau 100 kiloliter (KL) telah disalurkan ke wilayah Jember dalam dua hari terakhir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Pertamina dan pihak terkait melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di sejumlah SPBU.
Salah satu langkah tersebut dilakukan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait dengan memanggil Sales Branch Manager (SBM) dan pihak Depo Pertamina Banyuwangi untuk mengikuti rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Jember, Minggu (6/9/2026) malam.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Jember dan Pertamina membahas langkah percepatan distribusi BBM guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Gus Fawait juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan akibat kekhawatiran yang dipicu informasi yang belum jelas di media sosial.
“Masyarakat tidak perlu panik. Ini berbeda dengan kasus krisis energi global. Situasi di Jember murni kendala pengiriman dan stoknya sangat aman. Belilah BBM sesuai kebutuhan harian saja,” ujar Gus Fawait.
Pemkab Jember bersama Pertamina selanjutnya akan mengawal proses distribusi BBM hingga ke tingkat SPBU untuk memastikan pasokan dan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu *panic buying* atau pembelian berlebihan.
Pemkab Jember memastikan kondisi stok BBM masih mencukupi dan penanganan distribusi terus dilakukan bersama Pertamina dan pihak terkait. (Adv)
