JAMBI, BITNews.id – Kejuaraan Anggar Kota Jambi yang digelar di Aula SMAN 1 Kota Jambi, Sabtu (19/9/2026), menjadi ajang pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, yang hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi yang dinilainya memiliki kualitas setara dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
Menurut Mat Sanusi, penyelenggaraan kejuaraan tingkat kota tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pembinaan olahraga, khususnya cabang olahraga (cabor) anggar.
“Terima kasih Kota Jambi, semoga ini menjadi contoh baik ke depannya,” kata Mat Sanusi dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi SMAN 1 Kota Jambi yang untuk pertama kalinya menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan anggar. Menurutnya, keterlibatan lingkungan pendidikan dalam kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas pembinaan dan menjaring atlet potensial.
Dalam kesempatan itu, Mat Sanusi turut memotivasi para atlet agar terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi terbaik. Ia menyampaikan bahwa atlet berprestasi memiliki peluang untuk memperoleh kesempatan berkarier di lingkungan TNI maupun Polri melalui jalur yang tersedia bagi atlet berprestasi.
“Untuk ke depannya, pemerintah sangat peduli dengan prestasi atlet, baik dari TNI maupun Polri. Banyak atlet yang masuk dari TNI dan Polri tanpa tes sebagai bentuk penghargaan karena mereka berprestasi. Oleh sebab itu, raihlah prestasi semaksimal mungkin,” tegasnya.
Mat Sanusi juga mengingatkan para atlet agar mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda kompetisi mendatang. Pada 2027, atlet dijadwalkan mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) atau Pra-PON. Atlet yang berhasil lolos akan dipersiapkan untuk berlaga pada PON Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 2028.
“Oleh sebab itu, saya harapkan kepada seluruh atlet agar menyiapkan diri menjadi atlet andal yang bisa membawa nama baik Provinsi Jambi untuk PON ke depannya,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjaga sportivitas dan disiplin selama pertandingan berlangsung.
“Selamat bertanding. Kalah menang itu biasa. Yang jelas, jaga sportivitas dan disiplin,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov IKASI) Jambi, Atri Widowati, menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Kota (Pengkot) IKASI Kota Jambi yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Ia menyebut kegiatan itu sebagai kejuaraan perdana yang digelar Pengkot IKASI Kota Jambi.
“Terima kasih kepada Pengkot IKASI Kota Jambi yang telah mampu dan perdana melaksanakan kejuaraan di Provinsi Jambi. Jadi, sangat antusias sekali bahwa Pengprov ke depannya akan mengadakan kegiatan rutin yang kita sebut sirkuit pertandingan, yang diwajibkan kepada seluruh kabupaten/kota secara bergilir,” ujar Atri.
Menurut Atri, penyelenggaraan sirkuit pertandingan secara berkala diharapkan dapat meningkatkan jam terbang atlet sekaligus memperkuat pembinaan anggar di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pengprov IKASI Jambi merencanakan seleksi BK PON pada November 2026 yang sekaligus akan menjadi ajang Kejurprov. Karena itu, ia meminta seluruh atlet mempersiapkan diri sejak dini.
“Jadi, kepada seluruh atlet agar bersiap dan tetap bersemangat,” katanya.
Atri menambahkan, atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan atlet binaan kabupaten dan kota yang telah memiliki pengalaman bertanding dan prestasi. Dua bulan sebelumnya, mereka mengikuti kejuaraan terbuka tingkat nasional di Palembang dan berhasil membawa pulang dua medali perunggu.
“Terakhir, dua bulan lalu, mereka mengikuti kejuaraan open nasional di Palembang dengan mendapatkan dua medali perunggu,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay, yang membuka kejuaraan tersebut, mengatakan bahwa anggar merupakan salah satu cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan prestasi bagi Indonesia. Ia menilai pembinaan yang berkelanjutan diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan pencapaian atlet di tingkat kota maupun provinsi.
Antoni berharap kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi atlet, pelatih, dan pengurus untuk bertukar pengalaman serta memperkuat koordinasi dalam pengembangan olahraga anggar.
“Kita bisa berdiskusi di sini, berbagi, saling bertukar pikiran. Yang paling penting, energi lebih yang dimiliki anak-anak ini dapat disalurkan kepada hal-hal positif di bidang olahraga,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Menurutnya, kejuaraan tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi tolok ukur pembinaan atlet serta sarana mempererat silaturahmi antara pengurus, pelatih, dan atlet.
Kejuaraan Anggar Kota Jambi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas atlet sekaligus memperkuat persiapan tim anggar Provinsi Jambi menghadapi seleksi menuju PON 2028. (Sax)
