JAKARTA, BITNews.id – Maskapai TransNusa membuka rute penerbangan langsung Manado-Makassar pulang-pergi mulai 28 September 2026.
Rute tersebut awalnya dilayani satu kali sehari dan frekuensinya ditambah menjadi dua kali sehari mulai 10 Oktober 2026.
Rute dengan kode penerbangan Manado (MDC)-Makassar (UPG) dan Makassar (UPG)-Manado (MDC) tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan penerbangan TransNusa di kawasan Indonesia Timur.
Kehadiran rute langsung ini memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang melakukan mobilitas antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, baik untuk keperluan bisnis, pariwisata maupun aktivitas lainnya.
CEO TransNusa Group, Datuk Bernard Francis mengatakan, Manado dan Makassar memiliki peran penting dalam konektivitas di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, TransNusa melihat kebutuhan terhadap pilihan penerbangan langsung di antara kedua kota tersebut.
“Manado dan Makassar memiliki posisi yang penting dalam konektivitas Indonesia Timur. Melalui rute ini, kami ingin memberikan pilihan penerbangan langsung yang lebih praktis bagi masyarakat, baik untuk perjalanan bisnis, pariwisata maupun kebutuhan lainnya,” ujar Bernard.
Menurut dia, penambahan frekuensi menjadi dua kali sehari diharapkan memberikan fleksibilitas bagi penumpang dalam menentukan waktu perjalanan.
“Kami juga melihat adanya potensi perjalanan yang cukup beragam di antara kedua kota ini, sehingga penambahan frekuensi menjadi dua kali sehari diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang,” katanya.
Makassar merupakan salah satu simpul transportasi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Sementara itu, Manado menjadi salah satu pintu masuk menuju Sulawesi Utara dan sejumlah destinasi wisata di wilayah tersebut.
Dengan penerbangan langsung, pelaku usaha dan profesional memiliki pilihan perjalanan tanpa perlu menggunakan penerbangan lanjutan. Rute ini juga dapat dimanfaatkan wisatawan yang ingin menghubungkan perjalanan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
Manado juga menjadi salah satu hub TransNusa di kawasan Indonesia Timur. Penambahan rute Manado-Makassar memperluas konektivitas dari kota tersebut menuju salah satu pusat aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Perjalanan Manado-Makassar menggunakan armada COMAC C909 ditempuh sekitar 1 jam 45 menit.
Pada penerbangan perdana 28 September 2026, penerbangan 8B 255 berangkat dari Manado pada pukul 14.00 waktu setempat dan tiba di Makassar pukul 15.45.
Untuk rute sebaliknya, penerbangan 8B 256 berangkat dari Makassar pukul 16.15 dan tiba di Manado pukul 18.00. Pada tahap awal, kedua penerbangan tersebut melayani rute Manado-Makassar dan Makassar-Manado masing-masing satu kali sehari.
Mulai 10 Oktober 2026, TransNusa menambah frekuensi menjadi dua kali sehari. Selain penerbangan 8B 255 dan 8B 256, tersedia penerbangan 8B 251 dari Manado pukul 05.45 yang tiba di Makassar pukul 07.30.
Sementara itu, penerbangan 8B 252 dari Makassar berangkat pukul 08.00 dan tiba di Manado pukul 09.45.
Bernard mengatakan, penambahan frekuensi dilakukan untuk menyesuaikan pilihan jadwal penerbangan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat di kedua kota.
“Kami tidak hanya melihat pembukaan rute ini sebagai penambahan destinasi dalam jaringan TransNusa, tetapi juga sebagai upaya untuk menghadirkan pilihan perjalanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan penumpang,” ujarnya.
“Dengan dua pilihan waktu penerbangan setiap hari, kami berharap masyarakat memiliki keleluasaan lebih dalam merencanakan perjalanan dari Manado ke Makassar maupun sebaliknya,” lanjut Bernard.
Tiket rute Manado-Makassar dan Makassar-Manado telah tersedia untuk dipesan sejak 11 September 2026 melalui situs resmi TransNusa dan seluruh kanal penjualan resmi.
Harga tiket disebut mulai Rp1,8 juta untuk sekali jalan. Seluruh penerbangan pada rute tersebut menggunakan armada COMAC C909.
TransNusa juga menawarkan sejumlah layanan tambahan, termasuk bagasi gratis hingga 20 kilogram, pilihan Extra Legroom, makanan ringan dan minuman gratis, serta diskon tiket untuk anak.
Pembukaan rute langsung Manado-Makassar menjadi bagian dari upaya TransNusa memperluas jaringan penerbangannya di Indonesia Timur.
Rute tersebut diharapkan memberikan tambahan pilihan perjalanan bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha yang melakukan mobilitas antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. (*/Hn)
