Angka Kemiskinan Jember Turun di Era Gus Fawait

JEMBER, BITNews.id – Pemutakhiran data statistik tingkat tapak di Kabupaten Jember mendapat respons positif dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Langkah Pemkab Jember mengerahkan aparatur sipil negara, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), hingga relawan untuk memverifikasi warga desil pertama dan kedua dinilai menjadi kunci utama dalam merumuskan program pengentasan kemiskinan yang presisi.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti usai bertemu Bupati Jember Muhammad Fawait di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Amalia menilai keterlibatan aktif Pemkab Jember dalam memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) memperlihatkan komitmen daerah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan warga.

Baca Juga :  Mantan Pecandu Narkoba Maju Pilgub, Milenial Kerinci-Sungai Penuh Pastikan Tak Mau Pilih

“Ini keren sekali, kami jadi semangat untuk terus berkolaborasi,” kata Amalia. Ia menyebut pemanfaatan data statistik akurat sangat krusial agar setiap program pemerintah tidak salah sasaran.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, penyisiran data langsung oleh ASN, mahasiswa KKN, dan relawan dilakukan untuk menjamin potret riil kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Setelah merampungkan verifikasi desil pertama dan kedua yang telah diserahkan ke BPS RI, Pemkab Jember berencana memperluas jangkauan pendataan ke desil ketiga dan keempat.

“Tujuannya memastikan data kemiskinan di Jember benar-benar valid. Data itu yang menjadi dasar kami meramu dan merancang kebijakan pengentasan kemiskinan,” tutur Gus Fawait.

Baca Juga :  Gubernur Ungkap Pentingnya Raperda Penyelenggaraan Jalan Provinsi

Untuk mempermudah pembaruan data berkala, Pemkab Jember juga tengah membangun aplikasi khusus yang terhubung langsung dengan BPS.

Langkah validasi ini berjalan beriringan dengan penurunan jumlah warga miskin di Jember sebanyak 15.990 jiwa, yang sekaligus mengeluarkannya dari jajaran dua daerah dengan populasi miskin absolut terbesar di Jawa Timur.

Keberhasilan pengelolaan data ini melengkapi capaian ekonomi Jember yang tumbuh 6,35 persen pada triwulan I-2026 dan 5,9 persen pada triwulan II-2026.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan berjalan bersama. Ke depan, bukan hanya kemiskinan, tetapi juga pengangguran, ketimpangan, dan indikator kesejahteraan lainnya menjadi perhatian kami,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga :  Emak-emak Tertangkap Sebar Uang CE di Muaro Jambi, Nazli : Kata Wo, Lepaskan Saja

Kerja validasi data di lapangan turut didukung berbagai program pusat, seperti revitalisasi 258 sekolah sebesar Rp187,38 miliar, bantuan pertanian Rp312 miliar, bantuan pangan untuk 390.744 keluarga penerima manfaat, pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp221,99 miliar, serta potensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp4,6 triliun per tahun.

“Kami akan terus melibatkan semua pihak, baik di Kabupaten Jember maupun pemerintah pusat. Pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan menjadi konsen kami, sesuai dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi verifikasi data secara intensif demi memastikan derap ekonomi memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (Zn/Adv)