BENGKULU,BITNews.id – Setelah mendengar audiensi dari Organisasi Indonesian Professional Speaker Asosiate (IPSA) Bengkulu. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler menuturkan mendapatkan beberapa poin penting.
Audiensi yang berlangsung di ruang rapat Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu membahas mengenai mutu Sumber Daya Manusia (SDM), tatanan Pemerintahan, hingga Pendidikan di Bengkulu. Rabu, (7/6/23).
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler menuturkan dari audiensi yang dilakukan pihaknya siap untuk melakukan perubahan dalam memperbaiki mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik kedepannya.
“Saya sampaikan bahwa, kami siap membersamai teman-teman dalam memperbaiki mutu SDM di Provinsi Bengkulu. Sesuai dengan target saya dan teman-teman, yakni mencetak generasi yang lebih unggul ke depannya,” ujar Dempo Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu.

Ia Menurutnya kemampuan seseorang dapat terlihat ketika bisa mengutarakan sesuatu kepada publik. Namun jika seseorang memiliki kemampuan, namun tidak bisa mengutarakan hal tersebut kepada publik. Maka hal tersebut menjadi tidak memiliki fungsi.
“Banyak masyarakat ber-IQ cerdas, kuliahnya tinggi, tapi tidak bisa bepresentasi dengan baik. Apa lagi di lapangan pekerjaan, dia tidak mampu meningkatkan kualitasnya. Oleh itu lahirlah IPSA, ini bisa membantu mempercepat perbaikan pertumbuhan mutu kualitas SDM di Bengkulu,” jelasnya.
Terlebih kemampuan tersebut juga berpengaruh pada dunia politik. Pada perhelatan pemilu 2024 yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Tak dipungkiri kemahiran berbicara didepan umum (public speaking) harus dimiliki oleh seorang bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) maupun kepala daerah (kada).
Menurutnya, public speaking ini menjadi modal awal bagi seorang politikus, khususnya Bacaleg, hal ini mengingat makna DPR sebagai parlementer bermakna untuk berbicara.
“Terkait dengan Pemilu, tidak hanya mengenai persoalan hoax, namun mampu tidak anggota legislatif bahkan capres, ngomong ke masyarakat. Dengan bahasa rakyat, yang mudah dimengerti dan dipahami tapi bernilai,” tutup Dempo.
Pihaknya merasa masih banyak hal yang harus dibenahi pada publik speaking di Bengkulu ini. Dengan adanya IPSA, menjadi wadah bagaimana membenahi sumber daya manusia di Bengkulu, sesuai dengan targetnya untuk mencetak generasi unggul. (Adv)
