TANJABTIM, BITNews.id – Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, diproyeksikan mendapat alokasi sekitar Rp90 miliar melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk penanganan sejumlah ruas jalan pada 2026.
Anggaran tersebut menjadi salah satu alokasi terbesar melalui skema tersebut di Provinsi Jambi.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Jambi, Edi Purwanto, saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjab Timur. Minggu (13/09/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Edi meninjau sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program Inpres Jalan Daerah di Kecamatan Rantau Rasau dan Muara Sabak Timur.
Edi mengatakan, alokasi tersebut tidak terlepas dari aspirasi pemerintah daerah yang disampaikan kepada dirinya terkait kondisi infrastruktur jalan di Tanjab Timur.
Menurut dia, Bupati Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari beberapa kali menyampaikan persoalan infrastruktur, termasuk kondisi jalan di daerah tersebut.
“Beliau beberapa kali ketemu saya, menceritakan bahwa ruas Tanjung Jabung Timur itu jalan yang mantap hanya 16 persen,” tutur Edi.
Menurut Edi, Tanjab Timur pada tahun sebelumnya belum memperoleh alokasi melalui skema Inpres Jalan Daerah. Karena itu, upaya untuk mendapatkan dukungan anggaran pada tahun ini kembali dilakukan.
“Bupatinya agak cerewet, tanya terus. Tidak apa-apa bagi kita, tidak masalah,” ujar Edi sembari tersenyum.
Edi mengatakan, kondisi geografis Tanjab Timur yang banyak berada di kawasan gambut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembangunan jalan. Karakteristik tanah tersebut membutuhkan penanganan dan konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Memang kontur di sini gambut,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Edi meninjau sejumlah ruas yang direncanakan mendapat penanganan melalui program Inpres Jalan Daerah.
Salah satunya ruas dari Simpang Kantor Camat Rantau Rasau menuju IPA Panjang dengan panjang sekitar 4,8 kilometer. Ruas lainnya berada di jalur Simpang Kantor Camat menuju Simpang Tugu Sawit dengan panjang sekitar 4–5 kilometer.
Edi mengatakan, proses desain dan tender ditargetkan berlangsung pada September 2026. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik di lapangan diharapkan mulai dilaksanakan pada Oktober.
“Desain kita bulan ini, tender juga bulan ini. Insyaallah kalau terkejar akhir bulan ini kita kerjakan. Oktober sudah pasti dikerjakan,” katanya.
Meski demikian, Edi mengingatkan agar pelaksanaan pembangunan tidak hanya berorientasi pada kecepatan penyelesaian. Menurut dia, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian agar jalan yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kualitasnya, sekali lagi, kualitasnya harus bagus,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan melalui dukungan anggaran tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperbaiki akses transportasi di Tanjab Timur yang selama ini menghadapi tantangan kondisi geografis dan kerusakan jalan. (*)
