JEMBER, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember untuk memperkuat upaya pembangunan daerah.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus IKA Unair Cabang Jember sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/7/2026).
Kolaborasi itu diharapkan menjadi wadah bagi para alumni Universitas Airlangga untuk berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing dalam mendukung program pembangunan di Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan Universitas Airlangga merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki sumber daya manusia berkualitas.
Sebagai alumnus program doktor Unair, ia berharap para alumni dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan saat ini menjadi momentum bagi keluarga besar Unair untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi daerah.
“Mudah-mudahan di kesempatan kedua ini, Unair betul-betul menunjukkan kelasnya sehingga bisa membawa Jember jauh lebih sejahtera dibanding kesempatan pertama,” kata Gus Fawait.
Ia menjelaskan, Pemkab Jember berkomitmen menjalankan pemerintahan berdasarkan ukuran kinerja yang terukur.
Salah satu contohnya adalah pembenahan di RSD dr. Soebandi yang disebut berhasil meningkatkan pendapatan rumah sakit setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen.
Gus Fawait menilai tantangan terbesar yang masih dihadapi Kabupaten Jember adalah tingginya angka kemiskinan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi penyebab munculnya berbagai persoalan lain, seperti stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), hingga Angka Kematian Bayi (AKB).
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota IKA Unair Cabang Jember yang berasal dari berbagai profesi, seperti dokter, ekonom, akademisi, maupun pengusaha, untuk bersama-sama memberikan solusi dan mendukung program pemerintah daerah.
Kerja sama yang telah disepakati antara Pemkab Jember dan IKA Unair Cabang Jember diharapkan menjadi landasan bagi lahirnya berbagai program yang mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Membangun Jember tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus bersama-sama. Saya memilih fokus menyelesaikan masalah besar yang menjadi akar persoalan, yaitu kemiskinan. Jika masalah kemiskinan bisa terurai, persoalan lain seperti stunting, AKI, dan AKB tentu dapat kita atasi,” tegas Gus Fawait. (Ht/adv)
