Rawan Macet dan Kecelakaan, DPRD Provinsi Desak Investor Percepat Jalan Khusus Batubara

JAMBI, BITNews.id – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan khusus bagi kendaraan angkutan batubara untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan yang selama ini terjadi di jalan umum.

Menurut Hafiz, pembangunan jalan khusus menjadi solusi utama untuk mengalihkan ribuan truk batubara yang setiap hari melintasi jalan nasional dan jalan provinsi. Kehadiran angkutan tersebut selama ini kerap memicu kemacetan panjang, kerusakan jalan, hingga kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-72, Ditpolairud Lakukan Kegiatan Donor Darah

“Jika jalan khusus segera selesai, truk batubara tidak perlu lagi melewati jalan umum. Ini sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Hafiz. Kamis (7/8/25).

Hafiz menjelaskan, saat ini terdapat tiga perusahaan yang tengah menggarap pembangunan jalan khusus batubara, yakni PT Sinar Agung Sukses, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian Properti. Namun, progres pengembangan masih dinilai lambat sehingga diperlukan percepatan.

Baca Juga :  Pengamat: Dua Kali KPU Jambi Tercoreng, Harusnya Komisioner Dinonaktifkan

Ia mengungkapkan, gubernur telah menyampaikan kemungkinan penambahan investor baru untuk mempercepat penyelesaian jalan khusus. DPRD, kata Hafiz, mendukung penuh opsi tersebut selama bertujuan mempercepat penyelesaian jalur angkutan batubara.

“Kalau memang perlu dua atau tiga investor tambahan, silakan. Yang penting target pembangunan jalan khusus ini bisa segera tercapai,” ujarnya.

Percepatan pembangunan menjadi penting karena hambatan jalur transportasi selama ini berdampak pada distribusi batubara. Tahun 2024, Jambi hanya mampu merealisasikan 11 juta ton dari target nasional akibat kendala transportasi.

Baca Juga :  Gelar Nobar Semifinal Piala AFC Indonesia vs Uzbekistan, Polda Jambi Siapkan Makanan Gratis untuk Penonton

Gubernur Jambi, Al Haris, sebelumnya menyebutkan bahwa selain jalur darat, distribusi batubara juga terhambat pada akses sungai sehingga penyelesaian jalan khusus menjadi prioritas.

Dengan adanya dukungan legislatif dan eksekutif, diharapkan pembangunan jalan khusus dapat dipercepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan persoalan angkutan batubara tidak terus menjadi masalah tahunan. (Adv)