BENGKULU,BITNews.id – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales, mengusulkan agar pemerintah mengajarkan generasi milenial tentang pertanian. Menurutnya, kehadiran milenial di sektor pertanian sangat penting untuk menjaga kestabilan pangan di daerah.
Suimi menyatakan bahwa generasi milenial dapat terlibat dalam kegiatan pertanian jika alat-alat pertanian diperbarui dengan teknologi modern. Dia yakin bahwa dengan meninggalkan metode pertanian tradisional, generasi milenial dapat menjadi lebih produktif.
“Milenial sekarang enggan terlibat dalam pertanian. Mereka lebih memilih mengemudi dan berwisata di sawah daripada mengolah lahan dengan menggunakan alat-alat pertanian tradisional yang kotor dan berlumpur,” ujar Suimi saat dikonfirmasi mealui pesan wahtsappnya, Rabu (12/07/2023).

Suimi menjelaskan bahwa kegiatan pertanian modern sebenarnya cukup mudah dilakukan. Dengan sistem yang tepat, dapat dilakukan tiga kali panen dalam setahun dengan hasil yang lumayan. Potensi ini seharusnya dapat memotivasi generasi milenial untuk terlibat langsung dalam pertanian. Selain itu, Suimi berharap bahwa potensi persawahan yang ada, serta penggunaan alat pertanian modern, dapat mencegah masyarakat di Bengkulu untuk mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi perkebunan.
“Harapan kita adalah dengan potensi persawahan yang menjanjikan di Bengkulu, masyarakat tidak lagi beralih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan. Generasi milenial juga tidak hanya berharap menjadi pegawai negeri sipil (ASN),” tambahnya.
Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu melakukan studi tiru di Balai Penelitian Tanaman Padi di Bogor. Hasil dari studi tersebut menunjukkan banyaknya potensi pertanian di daerah Bengkulu, terutama dalam hal pengolahan lahan persawahan. Daerah-daerah seperti Lebong, Bengkulu Selatan, dan Seluma memiliki potensi yang sangat besar.
Dengan mengajarkan generasi milenial tentang pertanian dan memperbarui alat-alat pertanian dengan teknologi modern, diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam sektor pertanian, menjaga kestabilan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Bengkulu. (ADV)
