Temui Jusuf Kalla, Gubernur Helmi Hasan Bahas Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Bengkulu

JAKARTA, BITNews.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Palang Merah Indonesia (PMI) menjajaki penguatan kerja sama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas relawan, hingga penguatan respons dalam situasi darurat.

Upaya tersebut dibahas Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan saat melakukan audiensi dengan Ketua Umum PMI H. Muhammad Jusuf Kalla di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.

Audiensi itu menjadi bagian dari langkah Pemprov Bengkulu memperluas kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah. Kerja sama tersebut diharapkan mencakup edukasi kebencanaan, pemetaan risiko, peningkatan kapasitas relawan, serta kesiapan penanganan ketika bencana terjadi.

Baca Juga :  Mulai 3 Maret 2025, Pemkot Bengkulu Terapkan Absensi ASN Berbasis Titik Koordinat

Helmi mengatakan Bengkulu memiliki kerawanan terhadap sejumlah bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Kondisi itu berkaitan dengan posisi geografis Bengkulu yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik dan berdekatan dengan zona subduksi.

Selain itu, wilayah Bengkulu berada di jalur Sesar Besar Sumatera atau Sesar Semangko yang juga menjadi salah satu sumber potensi gempa darat.

“Kita ingin masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, kondisi geografis tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kesiapan masyarakat menghadapi berbagai risiko bencana.

Baca Juga :  Petualangan Alam di Kayu Aro, Trekking Gunung dan Perkebunan Teh

Karena itu, kolaborasi dengan PMI diharapkan dapat diarahkan pada edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas relawan, penguatan sistem kesiapsiagaan, serta dukungan dalam merespons kondisi darurat.

Helmi menilai pengetahuan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi bencana. Warga perlu memahami potensi risiko di wilayah masing-masing dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana serta pemetaan wilayah berisiko juga perlu diperkuat. Persiapan tersebut diperlukan agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Pimpin Apel Bhabinkamtibmas

Audiensi dengan Jusuf Kalla diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara Pemprov Bengkulu dan PMI. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi ancaman gempa bumi, tsunami, dan bencana lainnya.

Helmi menegaskan, kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sebelum keadaan darurat terjadi. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana sekaligus memperkuat kemampuan warga dalam menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. (Adv)