BLITAR, BITNews.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blitar menggelar Santri Robotic & AI Competition di Pondok Pesantren Maftahul Ulum, Desa Jatinom, Kabupaten Blitar.
Kompetisi ini diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus mendorong santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas organisasi dan instansi pemerintah. Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya PCNU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, Kementerian Agama (Kemenag), serta Pemerintah Kabupaten Blitar.
Pembukaan kompetisi berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH. Muqorrobin, beserta jajaran pengurus harian. Hadir pula Asisten Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar, Moh. Badroddin, perwakilan Kemenag Kabupaten Blitar, serta Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar, Imam Maliki.
Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar, Imam Maliki, menyinggung berbagai tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang.
Ia juga menyoroti sektor ketahanan pangan sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek menjanjikan di masa depan.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maftahul Ulum Jatinom, Gus Ahmad Khubby Ali Rohmat, mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung semakin pesat.
“Teknologi menjadi harapan dan ancaman bagi umat manusia,” tegas Gus Khubby.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus disikapi secara bijak dan adaptif. Warga Nahdlatul Ulama (NU), khususnya kalangan santri, perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Pesan serupa disampaikan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH. Baharuddin. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai agama.
“Landasan agama harus sudah kuat, kompetensi dan teknologi harus dikuasai,” pesannya kepada para peserta kompetisi.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun generasi santri yang tidak hanya memiliki fondasi keagamaan yang kuat, tetapi juga kompeten dalam menghadapi tantangan era digital.
Sejalan dengan semangat tersebut, Santri Robotic & AI Competition mengusung tujuan membangun generasi santri digital yang kreatif dan inovatif.
Ajang ini diharapkan menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi, mengasah keterampilan, serta menunjukkan kemampuan di bidang robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Melalui kompetisi ini, santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara produktif untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan.
Berikut hasil kompetisi kategori robotika berdasarkan jenjang pendidikan:
SD/MI Sederajat (Robotika)
Juara 1 Best Point: MI Ma’arif Talok, Garum.
Juara 1 Best Category: SDI Roudhotul Jannah, Selopuro.
Juara 2 Best Category: MI Ma’arif Combong, Garum.
Juara 3 Best Category: MI Al Khusyu’, Wates.
SMP/MTs Sederajat (Robotika)
Juara 1 Utama: MTs Darul Huda, Wlingi.
Juara 1 Best Point: SMP Darul Falah, Talun.
Juara 1 Best Category: MTs Darul Huda Wonodadi (B).
Juara 2 Best Category: MTs Maftahul Uluum, Jatinom.
Juara 3 Best Category: MTs Darul Huda Wonodadi (A).
Penyelenggaraan Santri Robotic & AI Competition menjadi salah satu upaya GP Ansor Kabupaten Blitar dalam mendorong kemajuan pendidikan pesantren, khususnya dalam pengembangan keterampilan teknologi.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat semangat santri untuk terus belajar, berinovasi, serta berkontribusi bagi masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. (DDT)
