JAMBI BITNews.id – Brimob Polda Jambi bersama tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Pada Senin (19/10/2026)
Personel gabungan melaksanakan patroli, pemadaman, serta pendinginan di Desa Pompa Air, Kabupaten Batanghari, kawasan Tahura di Desa Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, serta kawasan Tahura OKH di wilayah Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi.
Di Desa Pompa Air, Kabupaten Batanghari, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, Damkar, Satpol PP, dan masyarakat melaksanakan patroli serta upaya pemadaman dan pendinginan terhadap kebakaran lahan belukar seluas kurang lebih dua hektare. Lahan tersebut diketahui atas nama Yanti, warga Sridadi.
Dalam penanganan kejadian tersebut, personel berkoordinasi dengan Polsek Bajubang. Petugas kepolisian juga telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi guna mendukung proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, petugas menemukan satu jeriken berkapasitas lima liter yang berisi bahan bakar minyak jenis Pertalite di sekitar lokasi kebakaran. Barang tersebut telah diamankan oleh pihak Reskrim Polsek Bajubang untuk kepentingan penyelidikan. Meski demikian, penyebab kebakaran masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sementara itu, di kawasan Tahura, Desa Sridadi, personel Satuan Brimob Polda Jambi bersama tim Satgas Karhutla Posko 06 Sridadi melaksanakan apel gabungan, patroli di wilayah Desa Sridadi, serta pemadaman dan pendinginan secara manual di kawasan Pal 14 Glamping, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
Upaya pemadaman di lokasi tersebut menghadapi kendala berupa akses jalan yang terbatas dan tidak tersedianya sumber air terdekat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, personel melakukan pemadaman dan pendinginan secara manual dengan menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk jet shooter.
Di wilayah lain, tim gabungan Satgas Karhutla Tahura OKH yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, dan Basarnas juga melaksanakan pemadaman serta pendinginan di kawasan Tahura OKH, wilayah Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan diawali dengan apel di Koramil 415-01 Kumpeh, kemudian dilanjutkan dengan pergerakan menuju lokasi kebakaran. Setelah kegiatan selesai, personel bersiaga di Polsek Kumpeh Ilir untuk mendukung pemantauan dan penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Kegiatan lintas instansi tersebut merupakan bentuk sinergi dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mencegah api kembali menyala melalui proses pendinginan pada area terdampak. Kehadiran personel gabungan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat, kerja sama lintas instansi, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Polda Jambi bersama TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman serta pendinginan di lokasi kebakaran hutan dan lahan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas dan memastikan situasi di wilayah terdampak dapat segera dikendalikan,” ujar Kabid Humas.
Ia menambahkan, temuan jeriken berisi Pertalite di sekitar lokasi kebakaran Desa Pompa Air telah ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polda Jambi akan mendukung proses penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kondisi yang dapat menimbulkan Karhutla. Partisipasi masyarakat sangat penting agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran serta menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Jambi. (*)
