TANJABTIM, BITNews.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah kembali mendapat respons positif dari dunia usaha. Bupati bersama Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur menerima kunjungan manajemen PT Intan Maca Internasional bersama investor asal Malaysia di Ruang Kerja Bupati, membahas rencana investasi pengolahan limbah sabut kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Senin (20/7/26).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal menuju realisasi investasi yang akan mengolah limbah sabut kelapa menjadi coco fiber, produk bernilai tambah tinggi yang memiliki pasar luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam paparannya, manajemen PT Intan Maca Internasional menjelaskan bahwa perusahaan akan segera memulai operasional di kawasan Pelabuhan Muara Sabak. Sebagai tahap awal, perusahaan telah menyewa gudang milik PT Pelindo yang akan difungsikan sebagai lokasi produksi sementara sebelum pembangunan fasilitas pengolahan yang lebih representatif dilakukan secara bertahap.
Investasi ini difokuskan pada pengolahan limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui proses industri, sabut kelapa akan diolah menjadi coco fiber, yaitu serat alami yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri kasur, jok kendaraan, geotekstil, media tanam (hortikultura), pengendali erosi, hingga berbagai produk ramah lingkungan. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, industri ini juga diharapkan mampu mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani kelapa.
Bupati Tanjung Jabung Timur menyambut baik rencana investasi tersebut dan mengapresiasi kepercayaan PT Intan Maca Internasional yang memilih Tanjung Jabung Timur sebagai lokasi pengembangan usahanya.
“Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyambut baik dan memberikan apresiasi atas komitmen PT Intan Macca International yang memilih daerah ini sebagai lokasi investasi. Potensi kelapa yang kita miliki sangat besar dan perlu didukung dengan hadirnya industri pengolahan agar hasil perkebunan masyarakat memiliki nilai tambah, meningkatkan daya saing, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, kehadiran industri pengolahan sabut kelapa merupakan langkah strategis untuk mengubah limbah menjadi komoditas bernilai tinggi. Selama ini, sebagian besar sabut kelapa belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal permintaan pasar terhadap produk olahan berbasis serat kelapa terus meningkat.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat, aman, dan kondusif melalui pelayanan perizinan yang cepat, mudah, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami berharap investasi ini tidak hanya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak tumbuhnya industri hilir berbasis komoditas lokal. Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, peningkatan nilai tambah hasil perkebunan, dan kemajuan ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur optimistis realisasi investasi tersebut akan menjadi momentum penting dalam memperkuat hilirisasi sektor perkebunan. Kehadiran industri pengolahan coco fiber diharapkan mampu menciptakan rantai nilai baru bagi komoditas kelapa, meningkatkan daya saing daerah, menyerap tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (doc)
