Cegah Kekerasan Pelajar, Polres Tanjab Timur Perkuat Program Police Goes to School

TANJABTIM,BITNews.id – Polres Tanjung Jabung Timur meningkatkan pelaksanaan program Police Goes to School di seluruh Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas sorotan publik terhadap insiden perseteruan antara guru dan siswa yang mencuat di dunia pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra memerintahkan jajaran untuk turun langsung ke sekolah-sekolah melalui program Police Goes to School yang digelar serentak, Senin (19/1/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Program Police Goes to School merupakan inisiatif Polri yang bertujuan memberikan edukasi dan pembinaan kepada pelajar melalui kegiatan sosialisasi, ceramah, dan dialog. Program ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara Polri dan pelajar serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Ikuti Upacara Ziarah Nasional Peringatan HUT Ke-78 TNI

Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan digelar di seluruh SLTA di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di antaranya, SMKN 1 Tanjung Jabung Timur dipimpin Wakapolres Tanjab Timur Kompol M. Ridha, M.M., SMA Negeri 5 dipimpin Kabag Log Kompol Hardianto, S.E., M.H., dan SMA Negeri 8 dipimpin Kasat Binmas AKP Ses Eko Wati, S.H. Sementara itu, kegiatan di sekolah lainnya dipimpin oleh masing-masing kapolsek setempat.

Di SMKN 1 Tanjung Jabung Timur, Kompol M. Ridha didampingi pejabat utama Polres Tanjab Timur dan disambut oleh pihak sekolah, dewan guru, serta para siswa. Kegiatan diawali dengan upacara bendera mingguan, di mana Kompol M. Ridha bertindak sebagai inspektur upacara.

Baca Juga :  Fadhil Arief, Bupati Batang Hari dengan Segudang Prestasi Terima Apresiasi dari iNewsTV

Dalam amanatnya, Kompol M. Ridha mengingatkan para pelajar untuk menjaga etika dan perilaku selama proses belajar mengajar. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui kampanye bertajuk “Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan”, Polres Tanjab Timur mengajak seluruh elemen sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut, tetapi harus menjadi lingkungan di mana setiap peserta didik merasa aman dan terlindungi,” ujar Kompol M. Ridha.

Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra, melalui Wakapolres, menjelaskan bahwa kegiatan ini digencarkan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan di dunia pendidikan, termasuk insiden yang sempat viral di media sosial terkait bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Hadiri RDP Bersama Komisi III DPR RI

Menurutnya, kekerasan di lingkungan pendidikan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga perundungan. Dampaknya dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan peserta didik.

Polres Tanjab Timur mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan.

“Polri bersama pemerintah daerah berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya. (*)