BATANG HARI, BITNews.id – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menekankan pentingnya peran lembaga adat dalam menjaga nilai budaya dan jati diri masyarakat di tengah perkembangan modernisasi dan digitalisasi.
Hal itu disampaikan Fadhil saat menghadiri Musyawarah Daerah Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batang Hari Tahun 2026.
Menurut Fadhil, perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai adat dan budaya, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kita membutuhkan nilai-nilai adat untuk memastikan generasi muda Batang Hari tidak kehilangan jati diri dan akar budayanya,” kata Fadhil.
Ia mengajak masyarakat Kabupaten Batang Hari, terutama generasi muda, untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya daerah.
Fadhil mengatakan, nilai-nilai adat tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun etika, sopan santun, sikap saling menghormati, serta menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Adatlah yang mengajarkan kita etika, sopan santun, serta cara menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah. Bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat,” ujarnya.
Menurut dia, semangat musyawarah dan mufakat penting untuk menjaga persatuan serta keharmonisan masyarakat. Setiap persoalan, kata Fadhil, perlu diselesaikan melalui kebersamaan, saling menghargai, dan kesepakatan bersama.
Ia berharap keberadaan Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam dapat terus berperan dalam mempertahankan nilai-nilai adat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter generasi muda di Kabupaten Batang Hari. (Adv)
