Ditbinmas Polda Jambi dan Densus 88 Perkuat Peran Bhabinkamtibmas Cegah Intoleransi dan Radikalisme

JAMBI, BITNews.id – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jambi menjalin sinergi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme di tengah masyarakat.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan arahan dan pembekalan kepada 653 personel Bhabinkamtibmas se-Provinsi Jambi yang digelar di Aula Polresta Jambi serta diikuti secara virtual oleh jajaran Polres, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Direktur Binmas Polda Jambi Kombes Pol Henky Poerwanto, S.I.K., M.M., Direktur Idensos Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., serta Kasatgaswil Densus 88 AT Polri wilayah Jambi KBP Berri Diatra, S.I.K., M.H.

Baca Juga :  Apa Saja yang Baru? Yuk Intip Beberapa Fitur Canggih dari New Honda CBR250RR SP 2023

Dalam sambutannya, Kombes Pol Henky Poerwanto menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, mereka memiliki peran strategis dalam mencegah masuknya paham intoleransi dan radikalisme.

“Bhabinkamtibmas adalah anggota Polri yang paling dekat dengan masyarakat. Modal kedekatan ini sangat penting untuk membina warga agar tetap rukun serta memperkuat implementasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI di setiap desa dan kelurahan,” ujar Henky.

Ia menambahkan, melalui pembekalan dari Densus 88 AT, para Bhabinkamtibmas diharapkan mampu bersinergi dengan Satgaswil Densus 88 wilayah Jambi dalam memperkuat strategi pencegahan intoleransi dan radikalisme, sekaligus mendukung program deradikalisasi.

Baca Juga :  Plh. Sekda Arief Munandar: Simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Langkah Nyata Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sementara itu, Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto menjelaskan bahwa keberhasilan Densus 88 AT Polri tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Densus 88 AT Polri menjalankan dua pendekatan utama, yakni hard approach dan soft approach. Upaya preventif, preemtif, dan kuratif yang dilakukan secara masif menjadi kunci keberhasilan pencegahan terorisme,” jelas Arif.

Ia juga mengingatkan bahwa pola rekrutmen jaringan terorisme kini semakin berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi dan media digital. Oleh karena itu, kewaspadaan aparat di tingkat paling bawah menjadi sangat penting.

“Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan kepolisian. Semua persoalan di masyarakat bermuara pada kemampuan menyelesaikan masalah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi, bukan tambahan masalah,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Ajak APDESI Ikuti Program Presiden Membangun Desa

Brigjen Pol. Arif juga mengapresiasi pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme (napiter) di Jambi yang dilakukan secara sinergis oleh berbagai pihak. Menurutnya, pendekatan humanis penting agar para mantan napiter dapat kembali berintegrasi secara sehat di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, KBP Berri Diatra menyampaikan pentingnya membangun kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan lingkungan sosial sebagai bagian dari deteksi dini potensi intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Perlu ditingkatkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwenang, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. (Red)