Dukung Rencana Pembangunan Bandara Internasional di Tanjabtim, Arie Suriyanto: Ini Peluang Besar bagi Jambi Timur

TANJABTIM,BITNews.id – Rencana Pemerintah Provinsi Jambi untuk membangun Bandara Internasional di wilayah pesisir mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Aktivis Penggiat dan Pemerhati Sosial Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Arie Suriyanto.

Menurut Arie, langkah Pemerintah Provinsi Jambi yang telah mengajukan usulan pembangunan bandara kepada Kementerian Perhubungan RI merupakan kebijakan strategis yang patut didukung.

Ia menilai, kehadiran bandara internasional akan menjadi motor penggerak pembangunan, terutama di wilayah timur Jambi.

“Kita mengapresiasi langkah progresif ini. Jika bandara benar-benar dibangun di wilayah pesisir, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, maka ini menjadi peluang besar untuk membuka pintu ekonomi baru di Jambi,” ujar Arie kepada media ini, Minggu (04/05/2025).

Baca Juga :  Dewan Provinsi Bengkulu Ajak Warga Gotong Royong Atasi Sampah

Arie menyebutkan, secara geografis Kabupaten Tanjung Jabung Timur lebih berpeluang dibandingkan wilayah lain. Dari total panjang garis pantai Jambi yang mencapai 260 km, sekitar 90 persen atau 230 km berada di wilayah Tanjung Jabung Timur.

“Secara letak geografis, Tanjung Jabung Timur sangat strategis. Selain didukung oleh garis pantai yang panjang, akses menuju laut terbuka memungkinkan integrasi transportasi udara dan laut secara optimal,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah keunggulan yang dimiliki wilayah pesisir jika dijadikan lokasi pembangunan bandara internasional seperti kemudahan Akses Transportasi. Dekatnya bandara dengan pelabuhan laut akan mendukung efisiensi mobilitas barang dan jasa.

Baca Juga :  Al Haris Apresiasi Tradisi Sedekah Payo

Namun, lokasi di dekat laut cenderung memiliki risiko teknis yang lebih rendah untuk aktivitas lepas landas dan pendaratan.

Disisi lain, wilayah pesisir cenderung memiliki lahan datar yang luas, ideal untuk pembangunan infrastruktur berskala besar seperti bandara. Area terbuka di pesisir mendukung kualitas sinyal radar dan komunikasi penerbangan.

“Bandara yang berada dekat pantai berpotensi menjadi pintu masuk wisatawan yang ingin menikmati pesona alam pesisir Jambi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arie mencontohkan sejumlah bandara internasional besar di Indonesia yang juga dibangun di wilayah pesisir, seperti Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Kualanamu (Medan), Hang Nadim (Batam), hingga Ngurah Rai (Bali).

Baca Juga :  Bupati Romi Terima Bantuan dari Baznas Provinsi Jambi untuk Korban Kebakaran

“Meskipun tidak ada kewajiban internasional bahwa bandara harus dibangun di dekat laut, namun secara strategis lokasi ini menawarkan banyak keuntungan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Arie juga mendorong pembentukan Forum Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Jambi, sebagai wadah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat untuk mendorong pembangunan wilayah timur Jambi sebagai pusat konektivitas darat, laut, dan udara.

“Bandara ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru. Sudah saatnya kawasan timur Jambi menjadi pintu gerbang ekonomi melalui sektor perhubungan yang terintegrasi,” pungkas Arie. (Toy)