MUARO JAMBI, BITNews.id – Menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Muaro Jambi menggelar salat istiska untuk memohon turunnya hujan.
Salat istiska tersebut berlangsung di Lapangan MAN 3 Muaro Jambi, Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Jumat (4/9/2026). Kegiatan diinisiasi Pemerintah Desa Talang Duku dan diikuti berbagai unsur masyarakat.
Salah satu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Pelindo Jambi. Manager dan pegawai Pelindo Jambi bersama masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-Polri, lembaga pendidikan, serta organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan mengikuti salat istiska.
Salat istiska dipimpin Imam Zulyadaini. Sementara itu, tausiyah disampaikan Ustaz Roubiawal.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah kondisi cuaca panas dan kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat. Selain memohon turunnya hujan, doa bersama itu diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara serta mengurangi dampak kemarau dan karhutla.
Kepala Desa Talang Duku, Muslim, mengatakan salat istiska digelar sebagai bentuk ikhtiar masyarakat menghadapi kondisi cuaca yang belakangan cukup panas.
“Kita samo-samo berikhtiar, mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi di sini cepat membaik,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala MAN 3 Muaro Jambi, Kardono Z. Menurutnya, pelaksanaan salat istiska di lingkungan sekolah sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat sekitar untuk bersama-sama berdoa.
“Kami tentu mendukung. Apalagi kondisi sekarang memang lagi panas dan berasap, mudah-mudahan dengan ikhtiar bersama ini hujan segera turun,” katanya.
Imam Zulyadaini berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi ikhtiar agar hujan segera turun sehingga kondisi udara berangsur membaik.
“Kita samo-samo berdoa, mudah-mudahan hujan turun dan kabut asap ini berangsur hilang. Dampaknya sudah dirasakan masyarakat, terutama petani,” tutupnya. (*)
