Jika PSU Diundur, Nazli : Potensi Konflik Tinggi

BITNews.id – Persiapan pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi, KPU Provinsi Jambi besok akan dibahas dalam rapat bersama stakehoder terkait. Sementara, kabar soal PSU akan dilaksanakan 5 Mei 2021, diakui KPU baru sebatas usulan.

“Besok rapat akan dilakasanakan, seperti apa pelaksanaan PSU ini,” kata Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal, Senin (5/4/2021).

Ia mengungkapkan, pelaksanaan PSU Pilgub Jambi di tanggal 5 Mei yang sedang ramai saat ini, itu masih merupakan usulan yang telah disampaikan dan dibahas di KPU RI.

Baca Juga :  Opini : Putusan, Kebijakan yang (Tidak) Bijak?

“Tanggal 5 Mei itu sedang ramai dibicarakan, itu merupakan usulan, masih didiskusikan dengan KPU RI. Kami masih punya beberapa alternatif pelaksanaan PSU Pilgub Jambi ini,” terangnya.

Ditanyakan lebih lanjut waktu alternatif pelaksanaan PSU Pilgub Jambi ini, Apnizal mengatakan ada tiga waktu alternatif, yakni tanggal 5 Mei, 27 Mei dan 2 Juni 2021.

“Keputusan terkait pelaksanaan PSU Pilgub Jambi ini belum diputuskan, kemungkinan PSU Pilgub Jambi dilaksanakan pada tiga alternatif ini,” tukasnya.

Baca Juga :  KPU Muaro Jambi Mulai Rekrut PPK di 3 Kecamatan

Terpisah, tokoh pemuda Jambi, M Nazli, mengaku tak senang dengan sikap KPU Provinsi Jambi yang dinilainya labil.

“Kemarin katanya tanggal 5 Mei, sekarang diundur, makin tak jelas KPU ini!” ungkap M Nazli yang akrab disapa Bang Naz ini.

Ia menyayangkan sikap KPU Provinsi Jambi yang terkesan menunda-nunda pelaksanaan PSU. Padahal, kata dia, semakin lama PSU dilaksanakan semakin besar potensi gesekan antar pendukung dan tim pemenangan masing-masing kandidat.

Baca Juga :  Dampak Pengalihan Dana APBD: Proyek Infrastruktur Bengkulu Terhambat Hingga 2025

“Kami di lapangan ini paling tahu bagaimana kondisi terkini. Makin ngeri ini, potensi konflik makin tinggi,” beber Bang Naz, lagi.

Karena itu Bang Naz berharap KPU memutuskan segera di laksanakan.

“Kalau PSU cepat, gesekan bisa dihindari. Terus kalau terjadi apa-apa, kan kasihan polisi. Lagi-lagi polisi yang disalahkan, padahal KPU yang labil,” tandasnya.(Ary)